
BPJS Ketenagakerjaan target 21 juta peserta

"Target kita itu sekitar 21 juta orang lebih tercover BPJS Ketenagakerjaan ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-K) menargetkan jumlah peserta hingga berakhirnya tahun anggaran 2016 ini yakni sebanyak 21 juta orang.
"Target kita itu sekitar 21 juta orang lebih tercover BPJS Ketenagakerjaan dan sampai hari ini data keseluruhan baru sekitar 20,5 juta peserta," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Makassar, Selasa.
Dia mengaku jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan itu tidak sama dan angka kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan jauh lebih kecil.
Namun dirinya bersama semua jajarannya di seluruh Indonesia berusaha keras agar semua angkatan kerja bisa menjadi peserta mandiri BPJS Ketenagakerjaan.
Ia juga berharap kepada semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta agar bisa mendorong pertumbuhan peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja.
"BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting dan manfaatnya sangat besar bagi pekerja kita. Ada empat manfaat, tapi para peserta bisa memilih mengikuti jaminannya yang kemudian disesuaikan dengan iurannya," katanya.
Agus menyebutkan jika iuran terendah untuk dua program jaminan yakni jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian itu hanya Rp16 ribu per orang.
Dengan dua jaminan itu, para peserta akan mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh para pekerja.
Sebelumnya, sebanyak 7.200 tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menerima kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI).
"Ini adalah rekor baru di Indonesia dan bahkan di dunia, penerima kartu BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 7.200 orang," ujar usai menerima plakat rekor MuRI itu.
Dia mengatakan, 7.200 penerima kartu BPJS-Ketenagakerjaan ini adalah bantuan dari program dana tanggung jawab sosial (Corporate Social Responcibility/CSR) Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).
Para pekerja sektor informal yang menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan, di antaranya nelayan, pedagang, tukang ojek, dan petani. Mereka menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan secara cuma-cuma selama tiga bulan pertama.
"Kepesertaan cuma-cuma dari dana CSR Bank Sulselbar ini diberikan untuk menstimulus pekerja agar mereka mampu melanjutkan kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri atas kesadaran sendiri," katanya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
