
Bupati: GKB sejarah baru di dunia pendidikan

"Ini merupakan sejarah baru dalam dunia pendidikan yang sukses mengembalikan anak putus sekolah...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Bupati Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Drs. H. Habsi Wahid mengemukakan, Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) tentu menjadi sejarah baru di dalam dunia pendidikan setelah sukses mencatatkan nama daerahnya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) di tahun 2016.
"Ini merupakan sejarah baru dalam dunia pendidikan yang sukses mengembalikan anak putus sekolah kembali ke lingkungan sekolah. Jumlahnya sangat besar yakni 3.376 orang putus sekolah kini kembali mendapatkan hak pendidikan yang layak," kata Bupati Mamuju, Habsi Wahid dalam program launching GKB di anjungan pantai Manakarra, Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, pemanfaatan anggaran pendidikan harus terlihat di publik dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel seperti pemberian seragam SD dan SMP pada masa ajaran baru dari Kota sampai ke pelosok desa serta sarana dan prasarana pendidikan serta membuat TPA (Taman Pengajian Al- Quran) akan segera dilaksanakan dan akan menamatkan santri setiap tahunnya.
Sebagai komitmen bersama untuk meningkatkan kulitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan formal SD, SMP dan SMA semoga dengan acara ini niat untuk membangun dunia pendidikan bisa semakin maju, bermutu, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat dan seluruh anak dimana pun dia berada.
Serta menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan dan menjadi misi pertama pembangunan daerah agar dapat memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang baik, terang mantan Sekda Mamuju ini.
Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari dalam kesempatan yang sama mengkatakan, pada masa kepemimpinan yang menjelang setahun ini sudah bisa mempersembahkan GKB kepada seluruh masyarakat Mamuju dan Sulbar bahwa daerah ini bisa mengembalikan anak yang putus sekolah untuk di sekolahkan kembali sebanyak 3.376 orang.
"Kedepan akan lebih berlanjut karena masih ada anak sekitar 7000 lebih yang akan di kebalikan bersekolah secara bertahap sampai tuntas," terang Irwan.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
