
Disdik target persentase buta aksara tiga persen

"Kami konsisten dan komitmen untuk peningkatan keaksaran, hasilnya tahun 2013...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Irman Yasin Limpo menargetkan persentase penduduk buta huruf hingga Desember mendatang dapat mencapai angka tiga persen.
"Kami konsisten dan komitmen untuk peningkatan keaksaran, hasilnya tahun 2013, persentase tuna aksara 7,49 persen atau 386 ribu orang turun menjadi 4,68 persen atau 249 ribu orang hingga akhir Oktober, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, semoga di akhir Desember nanti, jumlah penduduk buta aksara turun hingga di angka 3 persen," kata di Irman yang ditemui di sela Peringatan Hari Aksara Internasional yang dirangkaikan dengan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Sulsel yang dipusatkan di Kota Parepare, Rabu.
Irman menuturkan, tahun ini terdapat 16 kabupaten/kota yang berhasil meningkatkan angka melek aksara masyarakatnya hingga di atas 95 persen.
Kabupaten/kota tersebut antara lain Kabupaten Bulukumba, Barru, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja Utara, Kota Makassar, Palopo, dan Kota Parepare.
Jumlah kabupaten/kota ini, lanjut dia, cukup signifikan, dibanding tahun lalu, di mana hanya tujuh kabupaten yang mampu mencapai angka melek aksara di atas 95 persen.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dalam sambutannya menyampaikan, momentum Hari Aksara Internasional dan Hari Guru Nasional, merupakan momentum strategis dari segala aspek kehidupan.
"Mari kita jadikan momentum ini komitmen bersama agar pendidikan lebih maju," kata Syahrul.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan Penandatanganan MoU antara Pemprov Sulsel dengan Polda Sulsel, Pemprov Sulsel dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, serta launching aplikasi Ipanrita yang dikerjasamakan dengan Telkom Grup.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
