
KONTRAKTOR FLY OVER SEGERA DIEVALUASI

Makassar, 4/12 (ANTARA) - Kontraktor Fly Over, PT Sumbersari Ciptamarga dalam waktu dekat akan dievaluasi terkait kinerja pembangunan jalan layang di simpang Jalan Urip Sumoharjo dan Pettarani yang hingga batas waktunya belum selesai.
"Kontraktor fly over ini akan dievaluasi secepatnya, karena pada sisi timur proyek itu belum rampung, sementara pada sisi barat diragukan ketahanannya," jelas Wakil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu'mang, di Makassar, Kamis, menanggapi kinerja proyek puluhan miliar tersebut.
Menurutnya, sesuai dengan batas waktu yang diberikan yakni akhir November 2008. Namun hingga saat ini, kinerja fly over yang dikebut dalam satu bulan terakhir, belum memperlihatkan hasil yang berarti.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, pihak Pemprov akan memanggil pimpinan proyeknya untuk mengklarifikasikan kinerjanya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo telah memberikan ultimatum agar kinerja kontraktor tersebut memperlihatkan hasilnya. Apabila dinilai tidak memuaskan, maka pada Desember 2008 ini, proyek tersebut terpaksa akan ditender ulang dan besar kemungkinan kontraktor yang mengerjakan fly over saat ini, tidak akan terpilih lagi.
Akibat molornya pengerjaan proyek tersebut, diprediksi pada pertengahan 2009 baru selesai. Padahal seharusnya, akhir tahun ini sudah bisa diresmikan penggunaannya.
Sementara dari sisi anggaran, proyek ini telah menelan anggaran yang tidak sedikit. Pada awal pekerjaan mega proyek itu yakni 2006 mencapai Rp55 miliar untuk pembebasan lahan.
Kemudian pada 2007 dialokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar dan sisa anggaran dari total anggaran merupakan anggaran pembangunan Fly Over tahun 2008 yang jumlahnya sebesar Rp26 miliar. Dana pembangunan fly over itu merupakan dana sharing dari APBN, APBD Pemprov dan Pemkot Makassar.
Menanggapi lambannya pengerjaan proyek fly over itu, Pimpro Haikal pada keterangan terpisah mengakui, karena ada sejumlah kendala, seperti kurang sinergisnya hubungan kerja dengan pihak Telkom, PLN dan PDAM dalam hal pemindahan instalasi yang dilalui proyek tersebut. Selain itu, pencairan dana proyek tersendat-sendat sehingga turut mempengaruhi kinerja, termasuk untuk mendatangkan alat-alat berat dari luar Sulsel. ***8***
(T.K-SUR/B/M012/M012) 04-12-2008 20:31:35
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
