
Pasar Wonomulyo Jadi Terminal Transit Dadakan

Polman (ANTARA Sulsel) - Jalan di depan Pasar Sentral Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), kini menjadi terminal transit dadakan pemudik dari Kota Mamuju menuju Makassar.
Pemantauan di Polman, Rabu, jalan di depan Pasar Wonomulyo yang terletak di jalur Trans Sulawesi mulai berubah menjadi terminal transit dadakan bagi ratusan pemudik dari arah Kota Mamuju yang akan menuju Kota Makassar (Sulsel).
Para pemudik dari kota Mamuju yang berjarak sekitar 200 kilomter dari Pasar Wonomulyo tersebut sejak H+7 Idul Fitry mulai berdatangan ke Kota Wonomulyo Polman tersebut.
Mereka datang dengan menggunakan jasa angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) kendaraan roda empat seperti Mobil Panther, Kijang, Avanza, Innova dan Kuda.
Pemudik tersebut menjadikan Pasar Wonomulyo sebagai terminal transit dadakan, karena di pasar itu juga tersedia berbagai macam angkutan AKDP yang siap melayani penumpang dari Wonomulyo menuju Makassar
"Kami transit di sini karena di Pasar Wonomulyo banyak angkutan umum kendaraan roda empat seperti panter, kijang, kuda yang bersiaga untuk menunggu penumpang dari Kota Mamuju untuk diangkut menuju Makassar," kata Syarif, salah seorang pemudik yang juga PNS dari Kota Mamuju.
Ia mengaku memilih menggunakan AKDP menuju Makassar karena terpaksa, akibat kehabisan tiket bus jenis angkutan kota antarprovinsi (AKDP) seperti Piposs, Falita, Cahaya Solo, Liman dan Bintang Marwah.
"Kami terpaksa sambung menyambung angkutan dan transit di Wonomulyo ini karena kehabisan tiket bus yang melayani penumpang menuju Kota Makassar," katanya
Sementara itu, salah seorang sopir angkutan AKDP Mamuju-Wonomulyo, Amin, mengatakan, jumlah pemudik dari Kota Mamuju ini setelah sejak H+7 lebaran mulai meningkat.
"Biasanya angkutan kami yang berkapasitas 10 penumpang hanya diisi sekitar lima orang penumpang, namun sejak mudik ini selalu penuh bahkan tidak cukup mengangkut pemudik dari Mamuju menuju Wonomulyo ini" ujarnya.
(T.PK-MFH/H-KWR)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
