Kamis, 19 Oktober 2017

Danlantamal VI Bantah Anak Buahnya Memukul

id danlantamal vi, pemukulan, yusup
Danlantamal VI Bantah Anak Buahnya Memukul
Danlantamal VI Laksamana Pertama TNI Yusup (FOTO/Dokumentasi)
"Tidak ada itu pemukulan. Kami ingin meluruskan, anggota tidak melakukan pemukulan...
Makassar (Antara Sulsel) - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VI Laksamana Pertama TNI Yusup membantah tudingan sejumlah anak buahnya melakukan penganiayaan terhadap warga sipil.

"Tidak ada itu pemukulan. Kami ingin meluruskan, anggota tidak melakukan pemukulan, justru anggota saya mau menertibkan parkir liar di lokasi itu," ujar Laksma TNI Yusup, di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, pihaknya melalui polisi militer (POM) memang memerintahkan untuk melakukan penertiban di area sekitar warung kopi (warkop) Jalan Satando karena memang merupakan akses masuk ke Markas Lantamal VI.

Banyak kendaraan yang parkir sedikit menghambat, sehingga melalui anggotanya itu berupaya membantu polisi dalam menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan.

"Jadi, kami mau ajak yang bersangkutan (Salim Mamma, Red) ke markas untuk bicara baik-baik, tapi dia malah menuding anggota mau menangkap," kata dia lagi.

Yusup melanjutkan, saat penertiban terdapat setidaknya 20 mobil yang parkir di tempat larangan parkir itu, bahkan di tempat tersebut juga ada polisi.

"Ada sekitar 20 kendaraan menutup akses masuk tol. Di situ juga ada anggota polisi, saya lalu telepon kapolda, beliau setuju tak boleh lagi ada yang parkir di situ, makanya kami tertibkan," ujarnya pula.

Terkait dugaan pemukulan, Yusup menuturkan bahwa korban telah diperingatkan terlebih dahulu dengan langkah persuasif namun tetap menolak ditertibkan, bahkan ia mengaku sebagai keluarga jenderal.

"Salah satu saudara kita, mungkin karena hawanya panas, kami sudah ingatkan, tapi dia tetap tidak mau karena merasa anggota PWI dan juga mengaku keluarga jenderal, sehingga situasi sedikit memanas. Danlantamal juga jenderal, tapi tak boleh semena-mena begitu dong. Semua harus dijalankan berdasarakan aturan yang berlaku," katanya lagi.

Sebelumnya, Wakil Ketua PWI Sulawesi Selatan Salim Mamma mengaku telah dikeroyok oleh lebih dari 20 orang oknum anggota POM TNI AL saat dirinya sedang berada di Warung Kopi 75, Jalan Satando.

Korban mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum anggota POM TNI AL yang bermaksud akan mengempiskan ban mobilnya karena memarkir di area sekitar jalan tol maupun Satando.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga