
Dinas Peternakan Jamin Daging Impor Aman

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Kelautan, Peternakan dan Ketahanan Pangan, Makassar menjamin daging impor yang beredar di daerah tersebut aman untuk dikonsumsi.
Kepala Dinas Kelautan, Peternakan dan Ketahanan Pangan, Syaiful Saleh, di Makasar, Sabtu, mengungkapkan, daging impor yang banyak beredar di Makassar saat ini sudah melalui uji kelayakan di Balai Karantina Hewan.
"Semua daging yang masuk ke pasaran sudah melalui uji kelayakan di balai karantina hewan dan aman untuk dikonsumsi," ujarnya.
Dikatakannya, selama Ramadan hingga jelang Idul Fitri 1430 H, kebutuhan warga akan konsumsi daging tiap harinya mengalami peningkatan. Bahkan, pada H-7 konsumsi daging mencapai 15 ton perharinya.
"Dalam kondisi normal, sebanyak 50 ekor daging terpotong per hari atau mencapai lima sampai enam ton. Setelah memasuki H-7 hingga H-1 permintaan daging melonjak hingga 15 ton perharinya," ungkapnya.
Sebelumnya, sekitar 15 ton daging impor menyerbu Kota Makassar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah. Informasi yang dihimpun menyebutkan daging impor itu berasal dari Australia, Swiss dan Belanda.
Disebutkan, daging impor sapi maupun kerbau justru lebih murah dari daging lokal yang sudah berkisar Rp65.000 hingga Rp75.000 per kilogram (kg) di pasar tradisional. Daging yang memiliki kualitas di bawah daging lokal tersebut hanya berharga Rp50.000 per kg.
Menurutnya, untuk bisa diperjualbelikan di pasaran, sesuai ketentuan daging impor tersebut harus lolos uji kelayakan di balai karantina. Daging impor yang lulus karantina disuplai diseluruh daerah di Sulsel hingga Sulawesi Barat (Sulbar).
"Daging lokal yang dihasilkan belum tentu bisa menutupi semua kebutuhan warga utamanya jelang Lebaran. Daging lokal juga tetap diburu konsumen karena kualitasnya. Jadi tidak benar dikatakan saling menggeser," kata Syaiful.
Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) mengatakan mengantisipasi lonjakan kebutuhan, pihaknya menyediakan sekitar 300 ekor daging sapi dan kerbau lokal hingga H-1 Lebaran sama seperti tahun sebelumnya.
Stok ini disebutkan bisa memenuhi kebutuhan warga di masa hari raya. RPH khusus mensuplai daging lokal. Di luar jeroan maupun impor.
(T.PK-MH/A023)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
