
Peringatan Hardiknas Sulsel Diwarnai Penyalaan Api Abadi

"Api abadi menggambarkan semangat para pelajar Sulsel yang tidak pernah padam...
Makassar (Antara Sulsel) - Rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diwarnai dengan penyalaan api abadi yang akan disemayamkan secara khusus di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel, Makassar.
"Api abadi menggambarkan semangat para pelajar Sulsel yang tidak pernah padam dalam menggapai cita-cita," kata Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo di sela pelaksanaan Kirab Pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Sulsel, di Makassar, Senin.
Nyala api abadi tersebut berasal dari obor yang dibawa oleh siswa perwakilan dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Nyala obor dari ke-24 kabupaten/kota tersebut kemudian disatukan sebagai api abadi di Kantor Diknas Sulsel.
"Api abadi menunjukkan Tekad sekolah di seluruh daerah untuk bersatu dan menyamakan langkah demi terwujudnya pendidikan yang merata dan berkualitas," ucap Irman.
Selain api abadi, peringatan Hardiknas juga diwarnai dengan arakan 1.018 pataka bendera sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Sulsel.
"Sebanyak 1.018 pataka SMA, SMK, dan SLB yang diarak paskibra akan disemayamkan di Disdik Sulsel. Hal ini merupakan salah satu tanda keabsahan sekolah apabila ada benderanya disemayamkan di Disdik," jelas Irman.
Kirab pelajar tersebut diikuti sekitar 5.000 pelajar se-Sulsel, dan diramaikan oleh barisan Palang Merah Remaja, Pramuka, drum band sekolah, ditambah drum band IPDN.
Kirab Pelajar dilepas oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Syahrul mengatakan, pembangunan yang ada pada suatu daerah akan tertinggal jika pendidikannya tertinggal.
"Kalau pendidikan merosot tunggu daerah tersebut akan hancur, pendidikan segalanya," kata Syahrul.
Hadirnya kirab dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei sebagai bentuk komitmen emosional di Sulsel.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
