
Ditjen Perumahan Kunjungi Percontohan Rumah Subsidi Maros

Makassar (Antara Sulsel) - Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Ditjen Penyediaan Perumahan Umum, Kementerian Pekerjaan Perumahan Rakyat, Dadang Rukmanadan mengunjungi perumahan percontohan Subdisi di Moncong Loe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin.
Dalam kunjungan itu, Dadang didaulat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Annur Syarif Assalam 2 di Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Salam Sejahtera 2 yang dikerjakan PT Sanusi Karsa Tama, di kabupaten setempat.
Perumahan tersebut, kata dia, terbilang sempurna, bahkan telah mendapat bantuan Prasarana Umum (PSU) dari PemerintaH Daerah Kabupaten Maros berupa jalan beton.
"Saya berharap perumahan ini akan menjadi contoh yang sangat baik untuk diterapkan di berbagai daerah di Sulsel. Perumahan ini merupakan percontohan terbaik kedua setelah di Jawa Barat," paparnya.
Tidak hanya itu, dirinya mengapresiasi Pemda setempat karena berhasil memberikan izin tercepat 5,8 jam kepada para pengembang di Maros, mengingat instruksi Presiden Joko Widodo meminta seluruh Pemda di Indonesia mempermudah izin perumahan dan pembangunan rumah khususnya bagi MBR.
Selain itu, dirinya menyinggung, pembangunan perumahan akan banyak menyerap tenaga kerja serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena ada 71 sektor yang tertarik dalam pembangunan perumahan tersebut.
"Banyak bisa terserap dengan peningkatan ekonomi seperti pedagang batu bata, pasir, batu, semen dan lainnya termasuk penyerapan tenaga kerja. Selain itu kedepan invetasi akan semakin meningkat sehingga bagi pengembang profitnya akan bertambah dan masyarakat punya rumah," ucapnya.
Program Pemerintah Pusat melalui presiden terkait penyediaan satu juta rumah bagi MBR, kata dia, diakhir tahun pada setiap daerah akan tercapai bahkan bisa melebihi target tersebut.
"Target akan tercapai, bahkan akan lebih hingga akhir tahun. Kalau di Sulsel saya yakin sudah melebihi, karena sudah terbangun 20 ribu lebih dan Asosisasi REI juga menjajikan akan membangun lebih dari 20 ribuan rumah subsidi," katanya.
Sementara Direktur PT Sanusi Karsa Tama selaku mitra kerja Kementerian PU-PR, H Abdul Salam mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk apresiasi Kementerian untuk melihat langsung kondisi perumahan yang dia bangun selama ini.
"Saya berterima kasih kepada Ditjen Penyedia Rumah Umum Kementerian PU-PR yang sengaja datang untuk melihat langsung kondisi perumahan ini. Syukur alhamdulliah mendapat mendapat respon sangat baik dan mengakui perumahan disini sangat layak untuk dijadikan percontohan," ucapnya.
Diketahui, perusahaan pengembang perumahan ini pada 2015 mendapat penghargaan dari Kementerian PU-PR karena dinilai sukses membangun 126 unit rumah bersubsidi di Moncongloe, Kabupaten Maros dengan bermitra Bank BTN Syariah.
Bahkan piagam penghargaan juga diberikan Bupati Maros, Hatta Rahman saat malam puncak HUT ke72 tahun Indonesia kepada H Abdul Salam selaku direktur PT Sanusi Karsa Tama.
Pemberian piagam ini karena peran dari pengembang tidak lepas dari dukungan pembangunan perumahan bersubsidi di wilayah Maros, Sulsel di Kecamatan Moncongloe.
Bahkan di tahap II pada 2016, Kementerian terkait kembali memberikan kepercayaan kepada perusahan itu membangun 450 unit rumah di wilayah yang sama hingga akhirnya selesai dan telah dikunjungi Ditjen Penyedia Rumah Umum Kementerian PU-PR.
Lokasi pembangunan perumahan tersebut sangat stategis berada di area perbatsan Makassar-Maros dan masuk dalam konsep pengembangan kota Makassar, Maros Sungguminasa dan Takalar atau Mamminasata, berdekatan jalur lingkar luar Mamminasata.
Rencananya, pengembang ini akan membangun lagi perumahan MBR dinamai Bumi Salam Sejahtera (BSS) Land Mandai, Kabupaten Maros sebanyak 1.000 unit dan diperkirakan pembangunan akan tuntas pada tahun 2020.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
