
Program Pendidikan Gratis di Mamuju Belum Memuaskan

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah kabupaten Mamuju Sulawesi Barat dinilai belum memuaskan masyarakat dalam hal pembangunan khususnya dibidang pendidikan.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mamuju, Idham Hasyib di Mamuju, Minggu.
Ia menilai, masyarakat Mamuju yang berada di daerah terpencil sangat membutuhkan tambahan tenaga guru untuk peningkatan pelayanan dibidang pendidikan, sehingga mereka belum merasa puas dengan program pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah.
"Masyarakat di wilayah terpencil belum sepenuhnya puas dengan program pendidikan gratis yang dijalankan pemerintah didaerah ini, karena keterbatasan jumlah tenaga guru di wilayah terpencil, "katanya.
Ia mengatakan, sekitar 67 persen penduduk di wilayah ini belum puas dengan pendidikan gratis yang dijalankan pemerintah, karena keterbatasan jumlah tenaga guru yang dimiliki daerah khususnya yang berada di wilayah terpencil.
Karena menurut mereka kata Hasyib, kekurangan guru yang terjadi di daerah terpencil juga dapat menghambat pembangunan khusunya menyangkut pemerataan pendidikan di wilayah itu.
Menurut dia, selain kekurangan guru faktor yang membuat masyarakat tidak puas lainnya karena dalam program pendidikan gratis buku paket pelajaran serta pakaian seragam sekolah belum digratiskan.
"Sekitar 37 persen masyarakat Mamuju, meminta agar pendidikan gratis ditingkat SD tidak hanya untuk biaya SPP, tetapi juga gratis mulai dari buku hingga pakaian seragam,"ujarnya
Begitu juga ditingkat SLTP dan SLTA, sekitar 34,5 persen dan sekitar 34,3 persen meminta agar pendidikan digratiskan mulai dari biaya pengadaan buku dan pakaian seragam, hingga SPP.
Oleh jarena itu kata dia, pada tahun ajaram 2010 ini pemerintah kabupaten Mamuju akan lebih mempertajam program pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah tersebut dengan peningkatan jumlah program khususnya menyankut program yang mendukung peningkatan kepercayaan masyarakat tentang pendidikan gratis di wilayah ini.
"Pemerintah pada 2010 mendatang akan meningkatkan program yang mendukung program pendidikan gratis misalnya penambahan tenaga guru di wilayah terpencil, dan mengratiskan buku siswa dan biaya sekolah lainnya seperti yang diharapkan masyarakat yakni dengan meningkatkan jumlah program dibidang pendidikan tersebut hingga sekitar 8 persen dari total program yang ada,"ujarnya.
Selaian itu juga meningkatkan kesejahteraan guru yang selama ini juga sering dikeluhkan warga sebagai salah satu penghambat meningkatkatnya kualitas dan mutu pada pendidikan gratis yaitu dengan menambah anggaran pendidikan yang akan disususn pada 2010.
(T.PK-MFH/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
