Mahasiswa Diharapkan Bantu Sosialisasikan Program KB

Pewarta : id aliyah mustika ilham, kb, yapma makassar

Aliyah Mustika Ilham (kiri) saat sosialisasi program KB di Kampus Yapma Makassar, Minggu (12/11). (FOTO/Dokumentasi)

Makassar (Antara Sulsel) - Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham berharap dukungan dari mahasiswa dalam membantu pemerintah menyosialisasikan program keluarga berencana.

"Pemerintah saat ini gencar menyosialisasikan program keluarga berencana (KB) di mana dua anak sudah cukup, dan mahasiswa bisa ikut membantu dengan mengkampanyekan program tersebut," kata Aliyah di Makassar, Minggu.

Harapan legislator dari Fraksi Demokrat itu disampaikannya saat menyosialisasikannya di Kampus Yayasan Pendidikan Makassar (Yapma) Makassar dengan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Menurut Aliyah, mahasiswa memiliki peran penting di areal kampus maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya. Mahasiswa diharapkan pula mampu menyumbangkan pengetahuannya kepada masyarakat.

Masyarakat berparadigma bahwa mahasiswa adalah cerminan masyarakat di masa depan yang memiliki nilai pendidikan yang lebih dan berpengetahuan luas.

"Program pemerintah dikatakan berhasil jika mampu melahirkan partisipasi masyarakat, begitu pula program KB butuh dukungan mahasiswa termasuk menyosialisasikannya," katanya.

Legislator Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan itu menjelaskan usia ideal menikah yang dianjurkan BKKBN adalah di atas 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi lelaki.

Menikah muda di bawah usia 20 tahun atau sekitar 18-19 tahun justru mempunyai risiko tinggi dalam melahirkan, seperti meninggal dunia.

"Selain itu, secara psikologis remaja belum sepenuhnya mampu mengontrol emosi, jangan sampai terjadi KDRT, maka disarankan menikah di atas usia 21 bagi perempuan dan 25 bagi laki-laki," katanya.

Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat Maryana mengemukakan program sosialisasi KKBPK itu terlaksana atas dukungan Komisi IX DPR RI.

Misi dari program KKBPK adalah melakukan pembangunan keluarga dengan ekonomi produktif dan pelaksanaan fungsi keluarga yang baik.

"Kita dapat berkumpul di sini itu karena perjuangan ibu Aliyah, perjuangan untuk membangun keluarga berkualitas dan terencana," katanya.

Sementara itu, Pengelola Yapma Suarni menyambut baik kedatangan Aliyah. Menurutnya sangat sedikit anggota DPR RI yang mau masuk kampus dan membawa program.

"Selaku tuan rumah kami bangga kampus kami dikunjungi legislator pusat apalagi datang ke sini memberi manfaat," ucapnya.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar