Logo Header Antaranews Makassar

GUBERNUR SULSEL TERIMA PESERTA TAPAK TILAS PA'CEKKE

Minggu, 14 Desember 2008 12:51 WIB
Image Print

Makassar, 14/12 (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) H Syahrul Yasin Limpo memuji semangat juang rakyat Indonesia yang bersatu padu melawan dan mengusir penjajah dalam merebut kemerdekaan dan di Sulsel perjuangan itu melalui gerakan napak tilar perjuangan Pa'cekke.

"Kemerdekana diraih karena semangat pantang mundur dari rakyat dalam mengusir penjajah terus berkobar bagaikan seekor 'macan' kelaparan yang siap menerkam mangsanya," kata Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo saat menerima peserta gerak jalan Napak Tilas pejuang Sulsel di Pa'cekke kabupaten Barru, sekitar 150 km utara Makassar, Minggu.

Sebanyak 110 regu peserta napak tilas 2008 dari kalangan TNI, Pemuda Panca Marga (PPM) dan generasi muda putra pejuang dari Sulsel, Papua dan Kalimantan Timur melakukan penelusuran jejak pejuang dari pantai Garonggong menuju Pa'cekke dengan melintasi perbukitan dan gunung.

Penelusuran jejak perjalanan pejuang yang dilakukan seperti ini untuk membangun sebuah komitmen bangsa guna meneruskan semangat pejuang dan pahlawan yang telah menghadirkan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan, berdaulat dan membangkitkan rasa nasionalisme.

Mempertahankan negara dan bangsa adalah harga mati dari rongrongan pengacau yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke, katanta seraya menyatakan, "siapa lagi yang mau mengawal negara ini ke depan kalau bukan dari kita semua".

Menurut Syahrul, kehidupan Indonesia dari era ke era berkembang dengan baik karena memiliki komitmen tinggi bagi rakyatnya serta memiliki wibawa dihadapan bangsa-bangsa lain di dunia sehingga negara ini disegani.

Mengenai fenomena krisis global sekarang ini, Gubernur Syahrul mengingatkan bahwa kalau bangsa ini tidak hati-hati, maka dampaknya akan dirasakan masyarakat.

Sebaliknya, jika semua potensi alam yang cukup besar ini dimanfaatkan dengan baik, maka Sulsel khususnya dan Indonesia pada umumnya akan mampu mengatasinya bahkan keluar dari krisis g lobal tersebut.

Begitu pula dengan demokrasi yang dibangun selama 12 tahun ini tidak boleh "kebablasan" sebab akan menurunkan wibawa pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

Untuk itulah, semua elemen masyarakat agar menahan diri dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat menurunkan citra bangsa dimata dunia.

"Hadirkan nasionalisme yang tinggi untuk membangun jiwa patriotisme yang mau saling memberi," harapnya.

Napak tilas yang dirangkaikan Peringatan Hari Korban 40.000 rakyat Sulsel dan Pencanangan Sulsel 'Go Green', dihadiri sejumlah tokoh pejuang diantaranya Andi Oddang, Bupati Barru, pemuka masyarakat, tokoh pemuda dan keluarga serta anak pejuang kemerdekaan di daerah ini. ***7***
(T. PK-HK)
(T.PK-HK/B/S016/S016) 14-12-2008 18:35:07