Wagub Sulsel apresiasi terobosan `Dukcapil go digital`
Jumat, 8 Februari 2019 18:26 WIB
ilustrasi : sistem digitalisasi layanan publik
Makassar (Antaranews Sulsel)- Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi terobosan yang dilakukan pihak Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan menghadirkan `dukcapil go digital`.
Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengakui dengan data digital bisa mengefisienkan waktu dan tentunya masyarakat tidak perlu direpotkan harus membawa banyak kartu lagi untuk bisa mengurus KTP elektronik.
"Saya disini bekerja sama dengan badan pendapatan daerah (bapenda) dan Polri untuk bagaimana digitalisasi ini difungsikan untuk memback-up dari `cybercrime`," katanya.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof Dr Zudan Arif Faldrullah, mengatakan, sistem harus bekerja sebagai satu alat administrasi.
Pihaknya memiliki harapan besar Dukcapil dalam empat tahun ini adalah pelayanan terintegrasi 3 in 1, 4 in 1 sampai 6 in 1.
Artinya proses pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik tanpa pengantar dari RT/RW, Desa ataupun Kelurahan.
"Cukup membawa foto kopi KK, perekaman dan pembuatan KTP elektronik yang tidak mengubah elemen," ujarnya.
Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebelumnya telah melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahap I tahun 2019 di Makassar, Kamis.
Kegiatan yang mengangkat tema "Dukcapil Go Digital" ini juga dihadiri seluruh jajaran Kementerian Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bupati/Walikota se Indonesia.
Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengakui dengan data digital bisa mengefisienkan waktu dan tentunya masyarakat tidak perlu direpotkan harus membawa banyak kartu lagi untuk bisa mengurus KTP elektronik.
"Saya disini bekerja sama dengan badan pendapatan daerah (bapenda) dan Polri untuk bagaimana digitalisasi ini difungsikan untuk memback-up dari `cybercrime`," katanya.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof Dr Zudan Arif Faldrullah, mengatakan, sistem harus bekerja sebagai satu alat administrasi.
Pihaknya memiliki harapan besar Dukcapil dalam empat tahun ini adalah pelayanan terintegrasi 3 in 1, 4 in 1 sampai 6 in 1.
Artinya proses pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik tanpa pengantar dari RT/RW, Desa ataupun Kelurahan.
"Cukup membawa foto kopi KK, perekaman dan pembuatan KTP elektronik yang tidak mengubah elemen," ujarnya.
Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebelumnya telah melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahap I tahun 2019 di Makassar, Kamis.
Kegiatan yang mengangkat tema "Dukcapil Go Digital" ini juga dihadiri seluruh jajaran Kementerian Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bupati/Walikota se Indonesia.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK memanggil eks Dirjen Dukcapil Kemendagri terkait penyidikan KTP-e
07 October 2024 17:56 WIB, 2024
Pemprov DKI Jakarta mengajukan penonaktifan 92 ribu NIK warga ke Kemendagri
17 April 2024 11:28 WIB, 2024
Dukcapil Bulukumba tetap membuka layanan KTP hingga hari pencoblosan
09 February 2024 1:03 WIB, 2024
Dirjen Dukcapil: Format elemen data yang diduga bocor berbeda dengan "database"
17 July 2023 12:42 WIB, 2023
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019