DP2 Makassar dorong kelompok tani berwawasan lingkungan
Rabu, 26 Juni 2019 18:28 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (DP2) Makassar, Evy Aprialti. (FOTO ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin).
Makassar (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Pertanian (DP2) Makassar mendorong warga dan kelompok pertanian lorong (poktanrong) agar memiliki wawasan lingkungan demi memaksimalkan lahan pertanian yang sangat terbatas.
"Kita tinggal di perkotaan yang minim lahan kosong. Namun, minim lahan bukan berarti tidak bisa bercocok tanam, kita bisa maksimalkan kalau paham konsepnya dan paham cara mengelolanya," kata Kepala DP2 Makassar, Evy Apryalti di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan konsepsi ekologis atau lingkungan harus dipahami oleh para petani dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia seperti pestisida yang dapat merusak kualitas tanah serta pohonnya.
Evy menyatakan penggunaan bahan kimia seperti pestisida dapat merusak kualitas tanah. Karena minimnya lahan pertanian sehingga tanahnya harus dijaga kualitasnya.
"Karena keterbatasan itu, makanya kita jaga dengan baik. Jangan merusak struktur tanah dan merusak kualitasnya karena akan berpengaruh pada tanamannya," katanya.
Ia menyebutkan pengembangan teknologi pertanian dan hortikultura penting dilakukan untuk memaksimalkan kuantitas dan kualitas tanaman.
Selain itu, kata dia, penggunaan pupuk alami serta pembasmi hama alami dapat menjaga kualitas tanaman, baik padi maupun sayur-sayuran. Lagi pula produk pertanian tanpa bahan kimia atau organik justru memiliki banyak peminat.
"Sekarang orang sudah mulai beralih ke produk pertanian organik, dengan alasan yang utama seperti pertimbangan kesehatan. Produk organik harganya justru lebih menjanjikan dan ada retail yang mulai menjualnya," demikian Evy Apryalti .
"Kita tinggal di perkotaan yang minim lahan kosong. Namun, minim lahan bukan berarti tidak bisa bercocok tanam, kita bisa maksimalkan kalau paham konsepnya dan paham cara mengelolanya," kata Kepala DP2 Makassar, Evy Apryalti di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan konsepsi ekologis atau lingkungan harus dipahami oleh para petani dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia seperti pestisida yang dapat merusak kualitas tanah serta pohonnya.
Evy menyatakan penggunaan bahan kimia seperti pestisida dapat merusak kualitas tanah. Karena minimnya lahan pertanian sehingga tanahnya harus dijaga kualitasnya.
"Karena keterbatasan itu, makanya kita jaga dengan baik. Jangan merusak struktur tanah dan merusak kualitasnya karena akan berpengaruh pada tanamannya," katanya.
Ia menyebutkan pengembangan teknologi pertanian dan hortikultura penting dilakukan untuk memaksimalkan kuantitas dan kualitas tanaman.
Selain itu, kata dia, penggunaan pupuk alami serta pembasmi hama alami dapat menjaga kualitas tanaman, baik padi maupun sayur-sayuran. Lagi pula produk pertanian tanpa bahan kimia atau organik justru memiliki banyak peminat.
"Sekarang orang sudah mulai beralih ke produk pertanian organik, dengan alasan yang utama seperti pertimbangan kesehatan. Produk organik harganya justru lebih menjanjikan dan ada retail yang mulai menjualnya," demikian Evy Apryalti .
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020