Pemerintah Kota Makassar segera luncurkan Aplikasi Qlue
Kamis, 15 Agustus 2019 20:06 WIB
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb (kanan) memantau kondisi kota melalui CCTV di Operation Room, lantai 10 Menara Balai Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/8/2019). FOTO/HO/Humas Pemkot Makassar.
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan segera meluncurkan aplikasi bernama Qlue yang merupakan salah satu bentuk media sosial guna mengajak partisipasi masyarakat melaporkan kondisi di sekitarnya.
"Aplikasi ini sangat membantu pemimpin kota agar dapat menentukan keputusan berbasis data. Data yang dihimpun termasuk data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, insiden, pajak dan sebagainya," ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb di Makassar, Kamis.
Melalui aplikasi ini, warga Makassar dapat melaporkan kondisi lingkungan seperti sampah, banjir, kemacetan, jalan rusak, kebakaran, dan lain-lain, ujarnya.
Selain itu, setiap laporan dapat dipantau progresnya untuk memastikan semua keluhan yang disampaikan segera ditindaklanjuti tim dinas terkait.
Ia juga mengatakan di sela kunjungannya di Operation Room lantai 10, Menara Balai Kota, dengan adanya Qlue yang digunakan secara masif, Pemkot Makassar dapat menghimpun dan memvisualisasikan data sehingga bisa menghasilkan kebijakan dan tindakan yang lebih efektif.
Aplikasi Qlue nantinya usai diluncurkan dapat diunduh oleh pengguna Android dan AppStore.
Selain itu, aplikasi ini akan banyak memberikan masukan seperti memperbaiki puluhan kamera CCTV milik Kota Makassar yang tidak berfungsi. Misalnya yang berada di Jalan Arief Rate, Batu Putih, BTP, Karebosi dan beberapa titik sentral lainnya.
Ia juga meminta dua hari ke depan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar agar memunculkan itext di layar operation room.
"Tadi bapak Pj Wali Kota mau melihat langsung berapa realisasi pajak tiap harinya secara real di layar operation room ini sehingga bisa langsung memantau," kata Kepala bidang informasi dan komunikasi publik Pemkot Makassar, Ade Ismar Gobel menambahkan.
"Aplikasi ini sangat membantu pemimpin kota agar dapat menentukan keputusan berbasis data. Data yang dihimpun termasuk data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, insiden, pajak dan sebagainya," ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb di Makassar, Kamis.
Melalui aplikasi ini, warga Makassar dapat melaporkan kondisi lingkungan seperti sampah, banjir, kemacetan, jalan rusak, kebakaran, dan lain-lain, ujarnya.
Selain itu, setiap laporan dapat dipantau progresnya untuk memastikan semua keluhan yang disampaikan segera ditindaklanjuti tim dinas terkait.
Ia juga mengatakan di sela kunjungannya di Operation Room lantai 10, Menara Balai Kota, dengan adanya Qlue yang digunakan secara masif, Pemkot Makassar dapat menghimpun dan memvisualisasikan data sehingga bisa menghasilkan kebijakan dan tindakan yang lebih efektif.
Aplikasi Qlue nantinya usai diluncurkan dapat diunduh oleh pengguna Android dan AppStore.
Selain itu, aplikasi ini akan banyak memberikan masukan seperti memperbaiki puluhan kamera CCTV milik Kota Makassar yang tidak berfungsi. Misalnya yang berada di Jalan Arief Rate, Batu Putih, BTP, Karebosi dan beberapa titik sentral lainnya.
Ia juga meminta dua hari ke depan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar agar memunculkan itext di layar operation room.
"Tadi bapak Pj Wali Kota mau melihat langsung berapa realisasi pajak tiap harinya secara real di layar operation room ini sehingga bisa langsung memantau," kata Kepala bidang informasi dan komunikasi publik Pemkot Makassar, Ade Ismar Gobel menambahkan.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Wali Kota Makassar suarakan penerapan kawasan tanpa rokok di forum APCAT Summit
27 January 2026 17:05 WIB
Wali Kota Makassar kerahkan personel BPBD cari pesawat ATR 400 hilang di Maros
18 January 2026 5:16 WIB
Wali Kota Makassar minta BBPOM perkuat sosialisasi penggunaan obat antibiotik
10 January 2026 5:39 WIB
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019