Hasyim Muzadi tak Bersedia Jadi Calon Rais Aam
Minggu, 28 Maret 2010 6:45 WIB
Makassar (ANTARA News) - KH MA Sahal Mahfudh akhirnya secara aklamasi terpilih sebagai rais aam PBNU periode 2010-2015 setelah KH Hasyim Muzadi menyatakan tidak bersedia dicalonkan.
Dalam penghitungan suara di arena Muktamar NU ke-32 di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu, sebenarnya Hasyim memenuhi syarat minimal pencalonan yakni didukung 99 pengurus wilayah dan atau pengurus cabang NU.
Dalam penghitungan, Sahal memperoleh 272 suara, sementara Hasyim 180 suara.
Sementara bakal calon yang memperoleh suara kurang dari 99 suara antara lain KH Maimun Zubair, KH Ma'ruf Amin, dan Habib Luhfi.
Ada juga sejumlah nama yang dipilih muktamirin, namun jumlah perolehan suaranya sangat minim, misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Said Aqil Siradj yang sebenarnya kandidat ketua umum PBNU.
Sejumlah suara dianggap tidak sah karena tidak menyebut secara jelas nama yang dipilih, bahkan menyebut dua nama yakni Syekh Slamet Effendy dan KH Sahal Mahfudh.
Acara pemilihan rais aam dan ketua umum PBNU merupakan agenda yang paling ditunggu-tunggu muktamirin.
Mengingat keterbatasan ruang aula utama yang dijadikan lokasi pemilihan, maka sebagian besar muktamirin mengikuti jalannya pemilihan melalui pesawat televisi dan layar lebar yang dipasang panitia di sejumlah tempat. (S024/A011)
Dalam penghitungan suara di arena Muktamar NU ke-32 di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu, sebenarnya Hasyim memenuhi syarat minimal pencalonan yakni didukung 99 pengurus wilayah dan atau pengurus cabang NU.
Dalam penghitungan, Sahal memperoleh 272 suara, sementara Hasyim 180 suara.
Sementara bakal calon yang memperoleh suara kurang dari 99 suara antara lain KH Maimun Zubair, KH Ma'ruf Amin, dan Habib Luhfi.
Ada juga sejumlah nama yang dipilih muktamirin, namun jumlah perolehan suaranya sangat minim, misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Said Aqil Siradj yang sebenarnya kandidat ketua umum PBNU.
Sejumlah suara dianggap tidak sah karena tidak menyebut secara jelas nama yang dipilih, bahkan menyebut dua nama yakni Syekh Slamet Effendy dan KH Sahal Mahfudh.
Acara pemilihan rais aam dan ketua umum PBNU merupakan agenda yang paling ditunggu-tunggu muktamirin.
Mengingat keterbatasan ruang aula utama yang dijadikan lokasi pemilihan, maka sebagian besar muktamirin mengikuti jalannya pemilihan melalui pesawat televisi dan layar lebar yang dipasang panitia di sejumlah tempat. (S024/A011)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Empat terdakwa kasus uang palsu jalani persidangan perdana di PN Gowa-Sulsel
29 April 2025 21:02 WIB, 2025
Presiden Prabowo akan menghadiri Kongres XVIII Muslimat NU di Surabaya
14 January 2025 18:42 WIB, 2025