FKIP UNISMUH deklarasi "Gerakan Stop Sampah Plastik"
Kamis, 19 September 2019 20:53 WIB
Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib saat mendeklarasikan Gerakan Stop Sampah Plastik pada penerimaan maba FKIP Unismuh di Makassar, Jl. Sultan Alauddin, Kamis (19/09/2019). ANTARA /HO-Erwin Akib
Makassar (ANTARA) - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar menyambut mahasiswa baru (Maba) dengan mendeklarasikan Gerakan Stop Sampah Plastik.
Masa ta’aruf ini menjadi ajang seruan bagi 862 Maba dari 11 Program Studi di FKIP Unismuh yang memenuhi Auditorium Al-Amien, Kampus Unismuh Makassar, Jl. Sultan Alauddin, Kamis, agar tidak lagi menggunakan botol minuman kemasan dalam lingkungan kampus.
"Kita awali gerakan ini dengan langkah kecil. Setiap mahasiswa wajib membawa tempat air minum (thumbler) sendiri dari rumah, agar kalian tak perlu membeli botol minuman kemasan di dalam kampus," kata Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib.
Sebagai upaya memaksimalkan penggunaan thumbler, pihak FKIP Unismuh akan memfasilitasi dispenser setiap prodi. Mahasiswa bisa secara gratis mengisi tumblernya masing-masing.
Erwin juga mengemukakan tiga alasan utama gerakan ini digaungkan, yakni; pertama, plastik memicu perubahan iklim. Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dampaknya kondisi bumi semakin panas.
Kedua, kantong plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan tersumbatnya selokan dan badan air, termakan oleh hewan dan rusaknya ekosistem di sungai dan laut.
"Hal ini secara langsung ataupun tidak, akan mengganggu kesehatan manusia,” tambahnya.
Alasan ketiga, lanjut Erwin, sampah plastik terurai sangat lama yang membutuhkan waktu ratusan tahun agar bisa terurai oleh tanah.
Tidak lupa, ia juga mengucapkan selamat dan mengapresiasi pilihan ratusan Maba yang secara resmi telah bergabung menjadi keluarga FKIP Unismuh.
"Kalian tidak salah pilih. Selamat bergabung di Fakultas yang siap mengantar Anda menjadi guru Profesional di era Revolusi Industri,” sambutnya.
Erwin mengingatkan bahwa dunia kampus berbeda dengan dunia sekolah. Di dunia kampus, sikap kedewasaan dan kemandirian yang akan menentukan kesuksesan setiap peserta didik menyelesaikan kuliah.
"Itulah mengapa kalian harus mengikuti masa ta'aruf, agar kalian beradaptasi dengan dunia kampus,” kata Erwin.
Masa ta’aruf ini menjadi ajang seruan bagi 862 Maba dari 11 Program Studi di FKIP Unismuh yang memenuhi Auditorium Al-Amien, Kampus Unismuh Makassar, Jl. Sultan Alauddin, Kamis, agar tidak lagi menggunakan botol minuman kemasan dalam lingkungan kampus.
"Kita awali gerakan ini dengan langkah kecil. Setiap mahasiswa wajib membawa tempat air minum (thumbler) sendiri dari rumah, agar kalian tak perlu membeli botol minuman kemasan di dalam kampus," kata Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib.
Sebagai upaya memaksimalkan penggunaan thumbler, pihak FKIP Unismuh akan memfasilitasi dispenser setiap prodi. Mahasiswa bisa secara gratis mengisi tumblernya masing-masing.
Erwin juga mengemukakan tiga alasan utama gerakan ini digaungkan, yakni; pertama, plastik memicu perubahan iklim. Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dampaknya kondisi bumi semakin panas.
Kedua, kantong plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan tersumbatnya selokan dan badan air, termakan oleh hewan dan rusaknya ekosistem di sungai dan laut.
"Hal ini secara langsung ataupun tidak, akan mengganggu kesehatan manusia,” tambahnya.
Alasan ketiga, lanjut Erwin, sampah plastik terurai sangat lama yang membutuhkan waktu ratusan tahun agar bisa terurai oleh tanah.
Tidak lupa, ia juga mengucapkan selamat dan mengapresiasi pilihan ratusan Maba yang secara resmi telah bergabung menjadi keluarga FKIP Unismuh.
"Kalian tidak salah pilih. Selamat bergabung di Fakultas yang siap mengantar Anda menjadi guru Profesional di era Revolusi Industri,” sambutnya.
Erwin mengingatkan bahwa dunia kampus berbeda dengan dunia sekolah. Di dunia kampus, sikap kedewasaan dan kemandirian yang akan menentukan kesuksesan setiap peserta didik menyelesaikan kuliah.
"Itulah mengapa kalian harus mengikuti masa ta'aruf, agar kalian beradaptasi dengan dunia kampus,” kata Erwin.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dosen Unismuh Makassar tingkatkan kompetensi kepsek dan guru PAUD di Jeneponto
17 April 2025 10:46 WIB
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020