LDII Kota Makassar komitmen mengurangi sampah plastik di laut
Minggu, 20 Oktober 2019 17:13 WIB
Aksi bersih-bersih pantai oleh LDII Kota Makassar sebagai bagian dari kampanye 'Against Marine Debris' di Pantai Villa Biru Tanjung Bunga, Minggu (20/10/2019). ANTARA Foto/HO-LDII Kota Makassar
Makassar (ANTARA) - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar berkomitmen melestarikan lingkungan melalui aksi mengurangi sampah plastik di lautan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih pantai sebagai bagian dari kampanye 'Against Marine Debris' di Pantai Villa Biru Tanjung Bunga, Minggu.
Pengurus LDII Kota Makassar, H Harun menyampaikan aksi yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap pelestarian lingkungan, sebab diketahui Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar di dunia setelah China.
"Sehingga dengan adanya kegiatan ini kita ingin agar masyarakat punya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan," ucapnya.
Dalam aksi ini, para jama'ah LDII memungut sampah plastik di sekitar daerah pasang surut Pantai Villa Biru, Tanjung Bunga.
Adapun jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan antara lain; pipet air minum, gelas kemasan, botol plastik dan tutup botol, pembungkus cemilan, puntung rokok, popok bayi dan kantong plastik.
Kampanye Against Marine Debris ini diharapkan bisa terselenggara secara berkelanjutan, melibatkan massa lebih banyak dari masyarakat sehingga gerakan bersih-bersih pantai memiliki dampak yang lebih luas.
"Harapan kami apa yang dilaksanakan dapat berjalan dan bersinergi dengan program Pemerintah Kota Makassar yakni; Clean, Comfort and Continuity," terangnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih pantai sebagai bagian dari kampanye 'Against Marine Debris' di Pantai Villa Biru Tanjung Bunga, Minggu.
Pengurus LDII Kota Makassar, H Harun menyampaikan aksi yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap pelestarian lingkungan, sebab diketahui Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar di dunia setelah China.
"Sehingga dengan adanya kegiatan ini kita ingin agar masyarakat punya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan," ucapnya.
Dalam aksi ini, para jama'ah LDII memungut sampah plastik di sekitar daerah pasang surut Pantai Villa Biru, Tanjung Bunga.
Adapun jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan antara lain; pipet air minum, gelas kemasan, botol plastik dan tutup botol, pembungkus cemilan, puntung rokok, popok bayi dan kantong plastik.
Kampanye Against Marine Debris ini diharapkan bisa terselenggara secara berkelanjutan, melibatkan massa lebih banyak dari masyarakat sehingga gerakan bersih-bersih pantai memiliki dampak yang lebih luas.
"Harapan kami apa yang dilaksanakan dapat berjalan dan bersinergi dengan program Pemerintah Kota Makassar yakni; Clean, Comfort and Continuity," terangnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan dan hujan petir berpoptensi dominasi guyur kota besar, Makassar gerimis
30 January 2026 6:46 WIB
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020