Victory Tolak Hasil Pilkada Toraja
Jumat, 25 Juni 2010 20:59 WIB
Makassar (ANTARA News) - Tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Victor D. Batara-Rosina Palloan (Victory) menyatakan menolak hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) di daerah tersebut.
Koordinator Tim Victory Yunus Pakanan di Makassar, Jumat, mengatakan, penolakan tersebut dipicu adanya dugaan kecurangan dalam pilkada yang berlangsung 23 Juni tersebut.
"Tim kami mendapatkan temuan politik uang dan penggelembungan suara. Ini terbukti dengan ditemukannya surat suara yang sudah tercoblos di rumah Ketua DPRD Tana Toraja," katanya.
Yunus menambahkan, pihaknya juga meminta penyelenggara pemilu untuk melakukan pilkada ulang dan mendiskualifikasi pasangan kandidat yang melakukan kecurangan.
"Saya minta Bupati Tana Toraja tegas terhadap persoalan ini," ujarnya.
Menanggapi keinginan pilkada ulang Tim Victory, Anggota KPU Sulsel Syamsir Rahim memastikan tidak akan ada pilkada ulang di Tana Toraja.
Menurutnya, semua tahapan pilkada termasuk proses rekapitulasi telah selesai pada sore hari, saat hari H pencoblosan.
"Data sudah ada, jadi saat keributan terjadi pada malam harinya, hasil rekapitulasi masih bisa terselamatkan. Sehingga tidak perlu adanya pilkada ulang," ujarnya. (T.KR-AAT/F003)
Koordinator Tim Victory Yunus Pakanan di Makassar, Jumat, mengatakan, penolakan tersebut dipicu adanya dugaan kecurangan dalam pilkada yang berlangsung 23 Juni tersebut.
"Tim kami mendapatkan temuan politik uang dan penggelembungan suara. Ini terbukti dengan ditemukannya surat suara yang sudah tercoblos di rumah Ketua DPRD Tana Toraja," katanya.
Yunus menambahkan, pihaknya juga meminta penyelenggara pemilu untuk melakukan pilkada ulang dan mendiskualifikasi pasangan kandidat yang melakukan kecurangan.
"Saya minta Bupati Tana Toraja tegas terhadap persoalan ini," ujarnya.
Menanggapi keinginan pilkada ulang Tim Victory, Anggota KPU Sulsel Syamsir Rahim memastikan tidak akan ada pilkada ulang di Tana Toraja.
Menurutnya, semua tahapan pilkada termasuk proses rekapitulasi telah selesai pada sore hari, saat hari H pencoblosan.
"Data sudah ada, jadi saat keributan terjadi pada malam harinya, hasil rekapitulasi masih bisa terselamatkan. Sehingga tidak perlu adanya pilkada ulang," ujarnya. (T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati Sulsel setujui RJ kasus penganiayaan beda dukungan Pilkada Tana Toraja
25 March 2025 23:11 WIB, 2025
DKPP sidang Bawaslu Tana Toraja soal data pemilih keliru di Pilkada 2024
15 March 2025 2:48 WIB, 2025
12 paslon tempuh jalur perseorangan pada Pilkada Serentak di Sulsel
13 February 2020 19:36 WIB, 2020
Bawaslu Sulsel sosialisasi larangan politik uang dalam pilkada serentak 2020
19 November 2019 15:03 WIB, 2019
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB