Disdukcapil Banjarmasin dapat 8.000 blanko KTP elektronik
Jumat, 7 Februari 2020 18:58 WIB
Kadisdukcapil kota Banjarmasin Khairul Saleh.(ANTARA/Sukarli)
Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin Khairul Saleh mengemukakan ppiihaknya mendapat 8.000 lembar blanko pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).
"Baru saja kita mendapat kiriman blanko pembuatan KTP-el sebanyak 8.000 lembar dari Kementerian Dalam Negeri," ujarnya di Banjarmasin, Jumat.
Menurut Khairul Saleh, blanko sebanyak 8.000 lembar ini akan langsung digunakan untuk mencetak KTP-el warga yang sudah melakukan perekaman.
"Sebenarnya jumlah ini pas-pasan karena warga yang sudah lakukan rekam identitas belum dibuatkan KTP-el itu hampir sebanyak itu juga," terangnya.
Memang idealnya, ungkap Khairul Saleh, persediaan blanko KTP-el itu sebanyak 9.000 an, yakni, melayani untuk pembuatan KTP-el yang pindah domisili atau rusak.
"Terpaksa sementara ini untuk kepengurusan perbaikan KTP-el, mungkin karena patah atau pindah domisili, dibuatkan menunggu kiriman blanko selanjutnya," ucap Khairul Saleh.
Karenanya, ujar dia, ada rencana pada APBD perubahan tahun ini diajukan anggaran untuk hibah ke Kemendagri guna pengadaan blanko KTP-el ini melalu Kemendagri.
"Ada beberapa daerah lain yang bisa melakukan hal seperti itu, daerah kita bisa mengikuti," tuturnya.
Sehingga, ucap Khairul Saleh, kekurangan blanko untuk pembuatan KTP-el ini bisa terpenuhi, tidak hanya menunggu pusat.
"Kita membantu pusat lah istilahnya," ujarnya.
Khairul Saleh mengungkapkan, bahwa permohonan pembuatan KTP-el setiap harinya mencapai 50 orang, khususnya bagi usia yang baru genap.
"Untuk fasilitas perekaman data pribadi pembuatan KTP-el di kecamatan, semuanya baik," pungkasnya.
"Baru saja kita mendapat kiriman blanko pembuatan KTP-el sebanyak 8.000 lembar dari Kementerian Dalam Negeri," ujarnya di Banjarmasin, Jumat.
Menurut Khairul Saleh, blanko sebanyak 8.000 lembar ini akan langsung digunakan untuk mencetak KTP-el warga yang sudah melakukan perekaman.
"Sebenarnya jumlah ini pas-pasan karena warga yang sudah lakukan rekam identitas belum dibuatkan KTP-el itu hampir sebanyak itu juga," terangnya.
Memang idealnya, ungkap Khairul Saleh, persediaan blanko KTP-el itu sebanyak 9.000 an, yakni, melayani untuk pembuatan KTP-el yang pindah domisili atau rusak.
"Terpaksa sementara ini untuk kepengurusan perbaikan KTP-el, mungkin karena patah atau pindah domisili, dibuatkan menunggu kiriman blanko selanjutnya," ucap Khairul Saleh.
Karenanya, ujar dia, ada rencana pada APBD perubahan tahun ini diajukan anggaran untuk hibah ke Kemendagri guna pengadaan blanko KTP-el ini melalu Kemendagri.
"Ada beberapa daerah lain yang bisa melakukan hal seperti itu, daerah kita bisa mengikuti," tuturnya.
Sehingga, ucap Khairul Saleh, kekurangan blanko untuk pembuatan KTP-el ini bisa terpenuhi, tidak hanya menunggu pusat.
"Kita membantu pusat lah istilahnya," ujarnya.
Khairul Saleh mengungkapkan, bahwa permohonan pembuatan KTP-el setiap harinya mencapai 50 orang, khususnya bagi usia yang baru genap.
"Untuk fasilitas perekaman data pribadi pembuatan KTP-el di kecamatan, semuanya baik," pungkasnya.
Pewarta : Sukarli
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulawesi Selatan siapkan layanan cetak KTP saat Jalan Sehat Anti Mager
17 October 2025 14:43 WIB
Calon penumpang kereta tetap bisa lakukan perjalanan walau KTP hilang, ini syaratnya
23 August 2025 6:19 WIB
Disdukcapil Sulbar distribusikan 14.000 blanko KTP elektronik ke lima kabupaten
10 July 2025 20:32 WIB
Bawaslu telusuri isu pengumpulan KTP jelang pilkada ulang Gorontalo Utara
14 April 2025 12:07 WIB, 2025
KPK: Penahanan sementara buronan Paulus Tannos sesuai perjanjian ekstradisi
26 January 2025 2:09 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
ANTARA gelar pelatihan jurnalistik di Unsoed, Kajur FISIP : Ini kesempatan sangat baik
09 May 2026 19:14 WIB
Pesan Dirut ANTARA saat literasi media : Mahasiswa itu benteng awal dan terakhir
08 May 2026 19:39 WIB
Pemprov Sulbar percepat pembenahan sistem pengelolaan sampah di enam kabupaten
07 May 2026 19:46 WIB