Psikolog : Lima tips penting hadapi era normal baru
Petugas kasir melayani konsumen dari balik sekat plastik di AEON Mall, Tangerang, Banten, Jumat (29/5/2020). Sejumlah aturan protokol kesehatan penyebaran COVID-19 diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Psikolog Intan Erlita, M.Psi mengatakan ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi era normal baru.
Pertama, Anda harus berdamai dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Ketakutan yang berlebihan mulai dihilangkan. Adanya masa normal baru diharapkan masyarakat bisa bangkit dan beradaptasi dengan cara-cara serta aturan baru.
"Kedua, kita harus tahu aturan-aturannya dari pemerintah. Misalnya boleh keluar rumah tapi harus pakai masker, hand sanitizer, jaga jarak dan jangan ngeyel karena kita harus bertarung sama yang tak kasat mata," ujar Intan kepada Antara, Sabtu (30/5).
Tetap terhubung dengan orang-orang terdekat menurut Intan sangat penting. Namun pada masa normal baru ini, pertemuan tetap dilakukan secara daring bukan bertemu di restoran sebuah mal.
"Ketiga, kita harus tetap melakukan komunikasi dengan keluarga, dengan teman supaya menghilangkan kebosanan, kejenuhan. Kita kan diperbolehkan keluar untuk bekerja, kalau kongkow belum boleh, tapi kan manusia itu makhluk sosial jadi tetap berkomunikasi dengan teman tapi dengan online," jelas Intan.
Untuk hidup berdampingan dengan virus COVID-19 diperlukan stamina dan imun yang baik. Oleh karenanya, olahraga penting dilakukan untuk menjaga badan tetap sehat.
"Dengan kita olahraga walaupun sedikit cuma jalan, lari, ternyata mempengaruhi psikisnya tinggi. Lebih fresh, mengambil keputusannya juga enggak pakai emosi, itu hal yang kayaknya, 'masa iya?' Tapi coba deh lakuin, enggak usah tiap hari tapi seminggu dua kali, kita nanti bisa ngerasain impact-nya buat badan kita," kata mantan presenter olahraga ini.
Poin terakhir dalam menghadapi era normal adalah jangan terlena dengan dibukanya tempat umum seperti mal.
Masyarakat diharapkan tidak berbondong-bondong berkunjung ke mal untuk melepas rindu pada kehidupan normal.
"Terakhir adalah bahwa masa the new normal ini kita masih hidup berdampingan dengan si virus COVID-19, jadi jangan melanggar peraturan. Karena takutnya langsung pada euforia. Saya juga menerangkan ke anak-anak bahwa ini belum lampu hijau, masih kuning," ujar Intan.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dispar Makassar mendukung pelaku ekraf melalui sosialisasi jenama lokal
05 December 2022 18:59 WIB, 2022
Bandara Halim Perdanakusuma masih beroperasi normal layani 673 penumpang
02 January 2022 12:10 WIB, 2022
Komunitas UMKM kuliner dukung pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19
19 October 2021 21:20 WIB, 2021
OJK catat penyaluran kredit perbankan di Sulsel capai Rp126,69 triliun
18 October 2021 19:32 WIB, 2021
Pengelola "travel" masih tunggu regulasi teknis penyelenggaraan umrah
14 October 2021 22:29 WIB, 2021
Ekosistem digital "GoTo" bersama Kemenkes dukung adaptasi normal baru
11 October 2021 5:00 WIB, 2021
Menko Perekonomian : Pemerintah telah siapkan "new normal" dengan syarat herd immunity
07 October 2021 10:41 WIB, 2021
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Pemkot Makassar-Pertamina siapkan aturan antrean BBM, bus-truk antre malam
12 September 2026 21:50 WIB
Jurnalis Tempo berbagi tips menulis saat workshop bahaya tembakau bagi anak
11 September 2026 20:47 WIB