Palopo Tertarik Kembangkan Talas
Kamis, 30 September 2010 18:42 WIB
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kotamadya Palopo, Sulawesi Selatan menyatakan minatnya mengembangkan komoditas talas, strowberi dan bunga krisan seperti yang dikembangkan Kabupaten Bantaeng.
 Pemkot Palopo sudah menyiapkan lahan untuk ketiga komoditi tersebut dan sebagai tanda keseriusan Pemkot, Kepala Dinas Pertanian Kota Palopo Drs Abdullah saat ini membawa sejumlah kepala bidang dan penyuluh pertanian ke Bantaeng, kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Ir H Suaib MP di Bantaeng, Kamis.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung, sekaligus belajar tentang cara bercocok tanam talas dan strowberi. "Mereka sangat berminat dengan kedua komoditi itu, sedang untuk bunga krisan kelihatannya lebih dipertimbangkan aspek pasarnya yang terlalu jauh dari Kota Makassar," tambah Suaib.
Menurut dia, selain Palopo, beberapa daerah lainnya termasuk Pinrang dan Majene juga sudah melihat dan belajar tentang budidaya komoditas yang memiliki prospek pasar ekspor tersebut.
Untuk memenuhi permintaan bibit talas, pihaknya segera memanfaatkan screen house yang ada di Loka, Kecamatan Ulu Ere. Fasilitas tersebut selama ini memproduksi bibit kentang mulai dari G nol.
"Kami juga akan memproduksi bibit talas dan G nol untuk mengantisipasi permintaan yang cukup tinggi menyusul program pengembangan talas yang dilakukan di daerah ini," urainya.
Pengembangan tanaman talas dilakukan karena prospek pasar yang menjanjikan untuk di ekspor ke Jepang. Komoditi ini mengandung zat anti kanker dan diabetes serta mengandung kolagen tinggi yang dapat membantu memutihkan kulit.(T.pso-102/F003)Â
 Pemkot Palopo sudah menyiapkan lahan untuk ketiga komoditi tersebut dan sebagai tanda keseriusan Pemkot, Kepala Dinas Pertanian Kota Palopo Drs Abdullah saat ini membawa sejumlah kepala bidang dan penyuluh pertanian ke Bantaeng, kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Ir H Suaib MP di Bantaeng, Kamis.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung, sekaligus belajar tentang cara bercocok tanam talas dan strowberi. "Mereka sangat berminat dengan kedua komoditi itu, sedang untuk bunga krisan kelihatannya lebih dipertimbangkan aspek pasarnya yang terlalu jauh dari Kota Makassar," tambah Suaib.
Menurut dia, selain Palopo, beberapa daerah lainnya termasuk Pinrang dan Majene juga sudah melihat dan belajar tentang budidaya komoditas yang memiliki prospek pasar ekspor tersebut.
Untuk memenuhi permintaan bibit talas, pihaknya segera memanfaatkan screen house yang ada di Loka, Kecamatan Ulu Ere. Fasilitas tersebut selama ini memproduksi bibit kentang mulai dari G nol.
"Kami juga akan memproduksi bibit talas dan G nol untuk mengantisipasi permintaan yang cukup tinggi menyusul program pengembangan talas yang dilakukan di daerah ini," urainya.
Pengembangan tanaman talas dilakukan karena prospek pasar yang menjanjikan untuk di ekspor ke Jepang. Komoditi ini mengandung zat anti kanker dan diabetes serta mengandung kolagen tinggi yang dapat membantu memutihkan kulit.(T.pso-102/F003)Â
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulsel gelontorkan Rp3,5 miliar revitalisasi Lapangan Gaspa Palopo
08 July 2025 14:02 WIB, 2025
Bawaslu Sulsel serahkan alat bukti ke MK hadapi sidang sengketa PSU Palopo
19 June 2025 13:09 WIB, 2025
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Ruas Paleteang-Malimpung-arah Kabere Pinrang ke Enrekang mulai dirasakan warga
01 September 2026 9:48 WIB
Gubernur Sulsel serahkan bantuan Rp7 miliar guna perkuat infrastruktur Tana Toraja
01 September 2026 9:27 WIB