Penyerapan APBD Sulsel 2020 masih jauh dari target
Selasa, 28 Juli 2020 20:03 WIB
Ilustrasi pembangunan infrastruktur yang merupakan bagian dari realisasi penyerapan dana APBD Sulsel. ANTARA Foto/HO/ismet
Makassar (ANTARA) - Penyerapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih jauh dari target pada semester I 2020 sebagai dampak dari pandemi COVID-19.
"Meskipun masih jauh dari target serapan anggaran itu, namun jika dibanding serapan anggaran pada periode yang sama tahun lalu. Tahun ini masih lebih tinggi serapannya," kata Kepala BKAD Sulsel Muhammad Rasyid di Makassar, Selasa.
Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, total belanja langsung dan tak langsung pada periode Januari-Juni 2020 tercatat Rp 3,549 triliun atau 38,09 persen dari target Rp 9,32 triliun.
Sementara anggaran belanja langsung baru terserap Rp Rp 425,88 miliar atau sekitar 22,59 persen dari nilai daftar pengisian anggaran (DPA) yang ditargetkan sebesar Rp 1,885 triliun.
Untuk belanja tak langsung sudah terserap mencapai Rp 3,122 triliun atau sama dengan 42,02 persen dari alokasi DPA sebesar Rp 7,438 triliun.
Khusus dana yang telah digunakan untuk belanja pegawai sebanyak Rp 1,003 miliar (44,5 persen), belanja barang dan jasa Rp 264,87 miliar (29,13 persen), serta belanja modal Rp160 miliar (16,43 persen).
Sedang untuk penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di lapangan, lanjut Rasyid, masih dilakukan penyesuaian dengan adanya pandemi COVID-19.
"Yang jelas, penggunaan anggaran akan dilakukan berdasarkan skala priorotas, sehingga pemanfaatannya betul-betul untuk masyarakat dan dirasakan langsung dampaknya," ujarnya.
"Meskipun masih jauh dari target serapan anggaran itu, namun jika dibanding serapan anggaran pada periode yang sama tahun lalu. Tahun ini masih lebih tinggi serapannya," kata Kepala BKAD Sulsel Muhammad Rasyid di Makassar, Selasa.
Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, total belanja langsung dan tak langsung pada periode Januari-Juni 2020 tercatat Rp 3,549 triliun atau 38,09 persen dari target Rp 9,32 triliun.
Sementara anggaran belanja langsung baru terserap Rp Rp 425,88 miliar atau sekitar 22,59 persen dari nilai daftar pengisian anggaran (DPA) yang ditargetkan sebesar Rp 1,885 triliun.
Untuk belanja tak langsung sudah terserap mencapai Rp 3,122 triliun atau sama dengan 42,02 persen dari alokasi DPA sebesar Rp 7,438 triliun.
Khusus dana yang telah digunakan untuk belanja pegawai sebanyak Rp 1,003 miliar (44,5 persen), belanja barang dan jasa Rp 264,87 miliar (29,13 persen), serta belanja modal Rp160 miliar (16,43 persen).
Sedang untuk penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di lapangan, lanjut Rasyid, masih dilakukan penyesuaian dengan adanya pandemi COVID-19.
"Yang jelas, penggunaan anggaran akan dilakukan berdasarkan skala priorotas, sehingga pemanfaatannya betul-betul untuk masyarakat dan dirasakan langsung dampaknya," ujarnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB
Presiden Prabowo menyetujui Rp60 juta per rumah ganti hunian pengungsi yang rusak
08 December 2025 7:41 WIB
Kementan kucurkan bantuan anggaran Rp281 miliar dukung hortikultura Sulsel
30 October 2025 21:25 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB