BPS : Sepanjang 2020 inflasi Sulsel 2,04 persen
Senin, 4 Januari 2021 14:29 WIB
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah (kiri). ANTARA/Muh Hasanuddin
Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat tingkat inflasi provinsi itu selama satu tahun kalender atau dari Januari hingga Desember 2020 yakni 2,04 persen.
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Senin, mengatakan, selama Januari hingga Desember 2020, tingkat inflasi Sulsel cukup rendah dibandingkan dengan banyak provinsi lainnya di Indonesia.
Ia mengatakan, angka Inflasi tahun kalender itu juga sama dengan inflasi tahunan atau year on year (yoy) Desember 2020 terhadap Desember 2019 yakni 2,04 persen.
Yos menyatakan, inflasi tertinggi Sulsel hanya terjadi di tiga bulan terakhir yakni Oktober, November dan Desember 2020.
Berdasarkan data, pada inflasi gabungan lima kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel sebesar 0,50 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 104,86 menjadi 105,38 pada Desember 2020.
"Dari lima kota IHK, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 0,57 persen dan terendah terjadi di Kota Parepare sebesar 0,07 persen," katanya.
Dia menyebutkan, inflasi Desember 2020 terjadi karena kenaikan sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,12 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen; kelompok transportasi sebesar 1,34 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen.
Sementara dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,15 persen.
Adapun yang memberikan andil dalam inflasi Sulsel pada Desember 2020 itu diantaranya, transportasi angkutan udara, komoditas cabe rawit, ikan bandeng, tarif transportasi dalam jaringan (daring), telur ayam ras dan cumi-cumi.
Meskipun demikian, terdapat peran komoditas lainnya yang menjadi penyeimbang inflasi dengan deflasinya ikan cakalang, emas perhiasan, daging ayam ras, labu siam, daun bawang dan buah pir.
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Senin, mengatakan, selama Januari hingga Desember 2020, tingkat inflasi Sulsel cukup rendah dibandingkan dengan banyak provinsi lainnya di Indonesia.
Ia mengatakan, angka Inflasi tahun kalender itu juga sama dengan inflasi tahunan atau year on year (yoy) Desember 2020 terhadap Desember 2019 yakni 2,04 persen.
Yos menyatakan, inflasi tertinggi Sulsel hanya terjadi di tiga bulan terakhir yakni Oktober, November dan Desember 2020.
Berdasarkan data, pada inflasi gabungan lima kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel sebesar 0,50 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 104,86 menjadi 105,38 pada Desember 2020.
"Dari lima kota IHK, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 0,57 persen dan terendah terjadi di Kota Parepare sebesar 0,07 persen," katanya.
Dia menyebutkan, inflasi Desember 2020 terjadi karena kenaikan sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,12 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen; kelompok transportasi sebesar 1,34 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen.
Sementara dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,15 persen.
Adapun yang memberikan andil dalam inflasi Sulsel pada Desember 2020 itu diantaranya, transportasi angkutan udara, komoditas cabe rawit, ikan bandeng, tarif transportasi dalam jaringan (daring), telur ayam ras dan cumi-cumi.
Meskipun demikian, terdapat peran komoditas lainnya yang menjadi penyeimbang inflasi dengan deflasinya ikan cakalang, emas perhiasan, daging ayam ras, labu siam, daun bawang dan buah pir.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB