Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil Buruk
Sabtu, 2 April 2011 22:42 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyatakan pelayanan kesehatan yang dilakukan terhadap masyarakat khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil masih buruk.
"Saya akui jika pelayanan kesehatan masyarakat di Sulbar masih sangat buruk khususnya di wilayah terpencil," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, buruknya pelayanan di Sulbar karena Provinsi Sulbar sempat mendapatkan teguran langsung dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ketika didapatkan seorang bocah di Kabupaten Mamasa ditumbuhi belatung di sekujur tubuhnya.
"ini sangat memprihatinkan dan menjadi catatan pemerintah di Sulbar untuk dibenahi," katanya.
Kegagalan pemerintah di Sulbar lainnya dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan karena masih menyandang sebagai daerah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang masih rendah sekitar 67, di bawah standar di bawah standar nasional, dengan nilai sekitar 70.
Rendahnya IPKM Sulbar yang diukur dari 24 indikator di antaranya tingkat prevalensi balita gizi buruk dan kurang, balita sangat pendek dan pendek, balita sangat kurus dan kurus, balita gemuk, diare, pnemonia, hipertensi, gangguan mental, asma, penyakit gigi dan mulut, disabilitas, cedera, penyakit sendi, ISPA.
Kemudian, proporsi perilaku cuci tangan, merokok tiap hari, akses air bersih, sanitasi, cakupan persalinan oleh nakes, pemeriksaan neonatal-1, imunisasi lengkap, penimbangan balita, serta ratio dokter di Puskesmas, dan ratio bidan di desa yang seluruhnya belum memadai dan maksimal dilaksanakan, cukup memprihatinkan.
"Ini tanggung jawab kita semua sehingga kinerja pelayanan kesehatan masyarakat mesti dimaksimalkan,"kata Gubernur.(T.KR-MFH/33/A033)
"Saya akui jika pelayanan kesehatan masyarakat di Sulbar masih sangat buruk khususnya di wilayah terpencil," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, buruknya pelayanan di Sulbar karena Provinsi Sulbar sempat mendapatkan teguran langsung dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ketika didapatkan seorang bocah di Kabupaten Mamasa ditumbuhi belatung di sekujur tubuhnya.
"ini sangat memprihatinkan dan menjadi catatan pemerintah di Sulbar untuk dibenahi," katanya.
Kegagalan pemerintah di Sulbar lainnya dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan karena masih menyandang sebagai daerah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang masih rendah sekitar 67, di bawah standar di bawah standar nasional, dengan nilai sekitar 70.
Rendahnya IPKM Sulbar yang diukur dari 24 indikator di antaranya tingkat prevalensi balita gizi buruk dan kurang, balita sangat pendek dan pendek, balita sangat kurus dan kurus, balita gemuk, diare, pnemonia, hipertensi, gangguan mental, asma, penyakit gigi dan mulut, disabilitas, cedera, penyakit sendi, ISPA.
Kemudian, proporsi perilaku cuci tangan, merokok tiap hari, akses air bersih, sanitasi, cakupan persalinan oleh nakes, pemeriksaan neonatal-1, imunisasi lengkap, penimbangan balita, serta ratio dokter di Puskesmas, dan ratio bidan di desa yang seluruhnya belum memadai dan maksimal dilaksanakan, cukup memprihatinkan.
"Ini tanggung jawab kita semua sehingga kinerja pelayanan kesehatan masyarakat mesti dimaksimalkan,"kata Gubernur.(T.KR-MFH/33/A033)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Adnan : Investasi di Gowa sepanjang 2024 capai Rp8,1 triliun
19 February 2025 19:44 WIB, 2025
Bupati Gowa minta lurah data warga yang belum dijamin program BPJS Kesehatan
13 February 2025 9:18 WIB, 2025
Bupati Gowa meminta YJI rutin edukasi kesehatan jantung ke masyarakat
17 October 2024 1:06 WIB, 2024
Bupati Gowa sebut pramuka wadah tingkatkan SDM sambut Indonesia Emas 2045
30 August 2024 16:12 WIB, 2024
Bupati Gowa raih penghargaan kepala daerah inovatif pada Kabar Award 2024
29 August 2024 20:06 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Hujan petir berpotensi guyur sejumlah kota besar pada Selasa, Makassar hujan ringan
19 May 2026 7:30 WIB