Pemprov Sulsel siap maksimalkan serapan beras petani
Selasa, 27 Juli 2021 18:19 WIB
Ilustrasi. Penyaluran Bansos oleh Bulog Sulselrabar terkait PPKM di Sulawesi Selatan. ANTARA Foto/HO
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap memaksimalkan serapan beras petani pada musim panen raya Agustus 2021, agar para petani semakin terberdaya.
"Kami khawatir jika petani menjadi was-was hasil panennya tidak terserap ke pembeli ataupun Bulog, karena kondisi beras di Sulsel saat ini masih surplus. Gudang dan penggilingan Bulog dilaporkan juga mulai penuh," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Selasa.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pada periode Januari hingga April 2021 produksi pertanian Sulawesi Selatan pada sektor gabah mengalami peningkatan.
Andi Sudirman menyebut bahwa berdasarkan laporan data BPS di periode Januari-April 2021, produksi padi mencapai 1.669.308 ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut jika dikonversikan menjadi beras mencapai sekitar 952.975 ton.
Dengan jumlah produksi tersebut memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan 41 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dimana hanya memproduksi padi GKG 1.182.712 ton atau dalam konversi beras, produksi mencapai 675.187 ton.
Menurut Andi Sudirman, usulan terkait bantuan dalam proses distribusi juga telah diajukan, baik melalui program sembako oleh Bulog, atau melalui program beras bansos bagi masyarakat terdampak COVID-19.
"Penyerapan ini tentu dengan tetap berkoordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," ujar dia.
Merujuk data Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Selatan dan Barat, hingga Juni 2021 serapan hasil panen gabah petani mencapai 224.563 ton atau 74,11 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini.
Tahun 2021, Perum Bulog Sulselbar menargetkan serapan gabah petani sebanyak 303 ribu ton. Penyerapan gabah petani diperkirakan masih akan tetap berlangsung hingga akhir 2021 mendatang.
"Bulog akan terus memaksimalkan serapan beras petani, termasuk sekarang kita sudah lakukan itu, tetapi belum banyak," kata Kepala Bulog Divre Sulselbar Eko Pranoto.
Eko memastikan pula bahwa stok beras di Sulawesi Selatan tetap aman, bahkan masih memenuhi untuk stok selama 37 bulan ke depan. "Sekarang kita juga masih menyerap beras medium maupun premium," kata dia.
"Kami khawatir jika petani menjadi was-was hasil panennya tidak terserap ke pembeli ataupun Bulog, karena kondisi beras di Sulsel saat ini masih surplus. Gudang dan penggilingan Bulog dilaporkan juga mulai penuh," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Selasa.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pada periode Januari hingga April 2021 produksi pertanian Sulawesi Selatan pada sektor gabah mengalami peningkatan.
Andi Sudirman menyebut bahwa berdasarkan laporan data BPS di periode Januari-April 2021, produksi padi mencapai 1.669.308 ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut jika dikonversikan menjadi beras mencapai sekitar 952.975 ton.
Dengan jumlah produksi tersebut memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan 41 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dimana hanya memproduksi padi GKG 1.182.712 ton atau dalam konversi beras, produksi mencapai 675.187 ton.
Menurut Andi Sudirman, usulan terkait bantuan dalam proses distribusi juga telah diajukan, baik melalui program sembako oleh Bulog, atau melalui program beras bansos bagi masyarakat terdampak COVID-19.
"Penyerapan ini tentu dengan tetap berkoordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," ujar dia.
Merujuk data Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Selatan dan Barat, hingga Juni 2021 serapan hasil panen gabah petani mencapai 224.563 ton atau 74,11 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini.
Tahun 2021, Perum Bulog Sulselbar menargetkan serapan gabah petani sebanyak 303 ribu ton. Penyerapan gabah petani diperkirakan masih akan tetap berlangsung hingga akhir 2021 mendatang.
"Bulog akan terus memaksimalkan serapan beras petani, termasuk sekarang kita sudah lakukan itu, tetapi belum banyak," kata Kepala Bulog Divre Sulselbar Eko Pranoto.
Eko memastikan pula bahwa stok beras di Sulawesi Selatan tetap aman, bahkan masih memenuhi untuk stok selama 37 bulan ke depan. "Sekarang kita juga masih menyerap beras medium maupun premium," kata dia.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekda: Bank Sulselbar konsisten sumbang hingga empat persen ke PAD Sulsel
11 December 2025 11:14 WIB
Jejak literasi keuangan dari pegunungan hingga kepulauan di wilayah Sulsel
30 October 2025 16:53 WIB
PLN UID Sulselbar ikut salurkan paket Rp356 di Pasar Murah Disnakertrans Sulsel
15 October 2025 21:26 WIB
Pemprov Sulbar dan Bank Sulselbar dorong transformasi digital koperasi ASN
29 September 2025 23:01 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB