Sulbar dan Australia bahas rencana kerja sama budi daya ternak sapi
Jumat, 30 Juli 2021 13:02 WIB
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat melakukan pertemuan secara virtual bersama Konsulat Jenderal Australia terkait kerja sama pertanian dan peternakan. (ANTARA/HO/Diskominfo Sulbar)
Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Australia mulai membahas rencana kerja sama di bidang pertanian, seperti budi daya ternak sapi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar Syamsul Maarif, di Mamuju, Jumat, mengatakan rencana kerja sama pengembangan pertanian dan peternakan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dengan Konsulat Jenderal Australia.
Pertemuan secara virtual itu, lanjut Syamsul Maarif, dalam rangka membahas rencana kerja sama Pemerintah Australia bersama Provinsi Sulbar tentang program-program pertanian, seperti budi daya ternak sapi.
"Australia merupakan negara sentra teknologi budidaya sapi. Terdapat beberapa program Pemerintah Australia, diantaranya peningkatan SDM, pelatihan pengembangan makanan ternak dan penggunaan IT budidaya ternak. Nantinya akan ada penandatanganan MoU antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Kementerian Negara Australia," terang Syamsul Maarif.
Program tersebut, menurut Syamsul Maarif, membuka semua peluang sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan komoditi perkebunan berupa jagung, kedelai dan padi.
"Direncanakan, kerja sama itu akan membuka dua jalur utama ke Sulbar, yaitu program bantuan ke negara-negara yang dapat berkontribusi positif termasuk negara Republik Indonesia dan membuka peluang bisnis bagi para pengusaha dalam pengembangan sapi yang dinilai dapat menjadi nilai lebih, sesuai apa yang menjadi arahan Gubernur," jelas Syamsul Maarif.
Sementara, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, pada pertemuan bersama Konsulat Jenderal Australia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas bentuk dukungan dan kerja sama serta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk bidang pertanian dan peternakan, khususnya pengelolaan ternak sapi di daerah itu.
"Terdapat beberapa investor negara luar yang telah masuk ke Sulbar, salah satunya Cina yang bergerak di bidang energi listrik dan kesehatan. Kiita berharap, ada negara-negara lainnya masuk sebagai investor di Sulbar," kata Ali Baal Masdar.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar Syamsul Maarif, di Mamuju, Jumat, mengatakan rencana kerja sama pengembangan pertanian dan peternakan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dengan Konsulat Jenderal Australia.
Pertemuan secara virtual itu, lanjut Syamsul Maarif, dalam rangka membahas rencana kerja sama Pemerintah Australia bersama Provinsi Sulbar tentang program-program pertanian, seperti budi daya ternak sapi.
"Australia merupakan negara sentra teknologi budidaya sapi. Terdapat beberapa program Pemerintah Australia, diantaranya peningkatan SDM, pelatihan pengembangan makanan ternak dan penggunaan IT budidaya ternak. Nantinya akan ada penandatanganan MoU antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Kementerian Negara Australia," terang Syamsul Maarif.
Program tersebut, menurut Syamsul Maarif, membuka semua peluang sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan komoditi perkebunan berupa jagung, kedelai dan padi.
"Direncanakan, kerja sama itu akan membuka dua jalur utama ke Sulbar, yaitu program bantuan ke negara-negara yang dapat berkontribusi positif termasuk negara Republik Indonesia dan membuka peluang bisnis bagi para pengusaha dalam pengembangan sapi yang dinilai dapat menjadi nilai lebih, sesuai apa yang menjadi arahan Gubernur," jelas Syamsul Maarif.
Sementara, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, pada pertemuan bersama Konsulat Jenderal Australia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas bentuk dukungan dan kerja sama serta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk bidang pertanian dan peternakan, khususnya pengelolaan ternak sapi di daerah itu.
"Terdapat beberapa investor negara luar yang telah masuk ke Sulbar, salah satunya Cina yang bergerak di bidang energi listrik dan kesehatan. Kiita berharap, ada negara-negara lainnya masuk sebagai investor di Sulbar," kata Ali Baal Masdar.
Pewarta : Amirullah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang notaris akan diperiksa polisi, Kemenkum Sulbar minta notaris jaga integritas profesi
12 February 2026 18:40 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB