Caleg PDK Berbaur Dengan Massa Kampanye
Rabu, 1 April 2009 15:56 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Calon legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), terpaksa turun panggung, berbaur bersama kader serta simpatisan partai pada kampanye terbuka PDK di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Rabu.
"Semua caleg harus turun dari panggung untuk bersama-sama dengan masyarakat, kalau ada yang tidak mau, jangan pilih dia," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDK Kota Makassar, Adil Patu, saat memperkenalkan para caleg-caleg PDK.
Menurut Adil Patu, sebelum maupun saat menjadi anggota legislatif, para caleg PDK harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, sebab mereka berasal dari rakyat.
Sementara Presiden PDK, Prof Dr Ryaas Rasyid dalam orasinya meminta kepada kader dan simpatisan PDK, agar menjadikan Sulawesi Selatan (Sulsel) pintu gerbang perbaikan kesejahteraan rakyat di Indonesia.
"Marilah kita mengawalinya dengan menghadirkan orang-orang terbaik Sulsel di DPR, kita lakukan perbaikan Indonesia mulai dari Sulsel," ucapnya.
Ryaas mengatakan, pada tahun ini PDK akan menempatkan semua wakilnya di semua DPRD di Indonesia dan menjadikan Sulsel sebagai basis utama PDK seperti pada pemilihan umum tahun 2004.
"Sulsel basis terbesar PDK, belum ada kadernya korupsi, dipenjara, dan mempermalukan orang Sulsel dan tahun 2009 PDK akan tampil di seluruh Indonesia," katanya.
Sesudah para pembesar PDK menyampaikan orasi politik, seorang Ibu asal Jalan Pampang II Makassar, Sitti Halima (47) berusaha naik panggung untuk bertemu dengan para pimpinan PDK, hanya saja tidak berhasil.
Dia mengatakan, ingin menyampaikan pada pimpinan PDK agar memperhatikan masyarakat miskin, termasuk dirinya yang tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dan beras untuk rakyat miskin (Raskin).
Kampanye Nasional PDK diwarnai dengan pertunjukan barongsai oleh beberapa pemuda Tionghoa, dilanjutkan dengan pertunjukan musik yang menghadirkan artis Ibukota seperti, Inri AFI.
(T.PK-AAT/F003)
"Semua caleg harus turun dari panggung untuk bersama-sama dengan masyarakat, kalau ada yang tidak mau, jangan pilih dia," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDK Kota Makassar, Adil Patu, saat memperkenalkan para caleg-caleg PDK.
Menurut Adil Patu, sebelum maupun saat menjadi anggota legislatif, para caleg PDK harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, sebab mereka berasal dari rakyat.
Sementara Presiden PDK, Prof Dr Ryaas Rasyid dalam orasinya meminta kepada kader dan simpatisan PDK, agar menjadikan Sulawesi Selatan (Sulsel) pintu gerbang perbaikan kesejahteraan rakyat di Indonesia.
"Marilah kita mengawalinya dengan menghadirkan orang-orang terbaik Sulsel di DPR, kita lakukan perbaikan Indonesia mulai dari Sulsel," ucapnya.
Ryaas mengatakan, pada tahun ini PDK akan menempatkan semua wakilnya di semua DPRD di Indonesia dan menjadikan Sulsel sebagai basis utama PDK seperti pada pemilihan umum tahun 2004.
"Sulsel basis terbesar PDK, belum ada kadernya korupsi, dipenjara, dan mempermalukan orang Sulsel dan tahun 2009 PDK akan tampil di seluruh Indonesia," katanya.
Sesudah para pembesar PDK menyampaikan orasi politik, seorang Ibu asal Jalan Pampang II Makassar, Sitti Halima (47) berusaha naik panggung untuk bertemu dengan para pimpinan PDK, hanya saja tidak berhasil.
Dia mengatakan, ingin menyampaikan pada pimpinan PDK agar memperhatikan masyarakat miskin, termasuk dirinya yang tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dan beras untuk rakyat miskin (Raskin).
Kampanye Nasional PDK diwarnai dengan pertunjukan barongsai oleh beberapa pemuda Tionghoa, dilanjutkan dengan pertunjukan musik yang menghadirkan artis Ibukota seperti, Inri AFI.
(T.PK-AAT/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB