DMF-T Gigi Berlubang Masih Diatas Standar WHO
Kamis, 22 September 2011 19:08 WIB
Makassar (ANTARA News) - Indikator penilaian DMF-T gigi berlubang (karies) di Indonesia antara enam hingga delapan DMF-T atau diatas standar WHO (World Health Organizations) yang hanya tiga DMF-T.
"Angka karies gigi pada anak usia dibawah 12 tahun menurut standar WHO adalah tiga, sementara kita masih diatas angka tersebut," kata pengamat kesehatan gigi dari FKG Universitas Hasanuddin Dr drg Andi Sumidarti Anas,MS di Makassar, Kamis.
Menurut dia, pentingnya sosialisasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berada di tingkat rumah tangga.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, peranan dari penyuluh kesehatan khususnya dari FKG termasuk alumninya yang tergabung dalam berbagai organisasi, sangatlah penting.
Dia mengatakan, salah satu upaya tersebut pada kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), sebanyak 14 FKG di Indonesia serentak melakukan sosialisasi dan pelayanan kesehatan gigi.
Khusus FKG Unhas, lanjut dia, digelar pada 22 - 24 September 2011 dengan sasaran prioritas adalah siswa sekolah dasar.
"Namun tidak menutup pelayanan bagi orang dewasa yang memiliki masalah gigi dan mulut," katanya.
Sementara upaya untuk menekan indeks DMF-T gigi berlubang di kalangan masyarakat, dia mengatakan, perlu peningkatan layanan kesehatan baik di rumah sakit maupun di puskesmas.
Selain itu, diperlukan sosialisasi yang lebih gencar untuk memberikan penyadaran pada masyarakat pentingnya perawatan gigi.
Alasannya, gigi yang sakit dapat menjadi sumber terjadinya penyakit secara sistematik atau mempengaruhi organ tubuh lainnya turut menjadi sakit.(T.S036/Y008)
"Angka karies gigi pada anak usia dibawah 12 tahun menurut standar WHO adalah tiga, sementara kita masih diatas angka tersebut," kata pengamat kesehatan gigi dari FKG Universitas Hasanuddin Dr drg Andi Sumidarti Anas,MS di Makassar, Kamis.
Menurut dia, pentingnya sosialisasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berada di tingkat rumah tangga.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, peranan dari penyuluh kesehatan khususnya dari FKG termasuk alumninya yang tergabung dalam berbagai organisasi, sangatlah penting.
Dia mengatakan, salah satu upaya tersebut pada kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), sebanyak 14 FKG di Indonesia serentak melakukan sosialisasi dan pelayanan kesehatan gigi.
Khusus FKG Unhas, lanjut dia, digelar pada 22 - 24 September 2011 dengan sasaran prioritas adalah siswa sekolah dasar.
"Namun tidak menutup pelayanan bagi orang dewasa yang memiliki masalah gigi dan mulut," katanya.
Sementara upaya untuk menekan indeks DMF-T gigi berlubang di kalangan masyarakat, dia mengatakan, perlu peningkatan layanan kesehatan baik di rumah sakit maupun di puskesmas.
Selain itu, diperlukan sosialisasi yang lebih gencar untuk memberikan penyadaran pada masyarakat pentingnya perawatan gigi.
Alasannya, gigi yang sakit dapat menjadi sumber terjadinya penyakit secara sistematik atau mempengaruhi organ tubuh lainnya turut menjadi sakit.(T.S036/Y008)
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB