Watimpres Kunjungi Balla Lompoa Bantaeng
Selasa, 29 November 2011 2:48 WIB
BANTAENG, SULSEL - Watimpres Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Mutia Hatta (kiri) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng Hj Lies F Nurdin (kanan) saat menyaksikan kondisi Balla Lompoa di Bantaeng, Senin (28/11).(FOTO ANTARA/Humas Bantaeng)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Mutia Hatta berkunjung ke Balla Lompoa Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin.
Rombongan berjumlah 15 orang tersebut didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hj Emma Mustadjab, dan pengurus teras PKK Bantaeng lainnya.
Mutia Hatta bersama rombongan juga didampingi Sekda HM Yasin, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata H Asri. Kepala Bappeda H. Zainuddin Tahir, Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim, Kepala Perpustakaan Estha Karim, Kepala PMD Meyriyani, Kepala BKD Jumaing dan sejumlah pejabat lainnya.
Pada kunjungan tersebut, Mutia Hatta melihat kondisi rumah adat bersejarah itu bersama benda peninggalan yang masih tersimpan diantaranya keris yang memiliki lengkungan (Lamba) 12 dan sejumlah peninggalan sejarah lainnya.
Rombongan mendapat penjelasan dari pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar tentang pembangunan Balla Lompoa pada 1897 hingga renovasi yang dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada awal pemerintahannya tahun 2008.
Ke depan rumah adat Balla Lompoa akan dijadikan museum agar peninggalan sejarah yang ada di dalamnya dapat disaksikan dan dipelajari generasi sekarang dan mendatang.
Wantinpres Mutia Hatta mengatakan, asset budaya ini harus dilestarikan karena dari situ nilai budaya para leluhur bisa diketahui.
Ini sangat penting diketahui generasi kita agar kelak nilai-nilai budaya dari leluhur tersebut diketahui dan dimanfaatkan sepanjang sejarah.
Menurut dia, tanpa kebudayaan seperti ini, kelak anak-anak kita tidak akan mengetahui sejarah negerinya atau mungkin mereka tidak akan mengetahui lagi asal-usulnya.
Ia berharap, Pemda tetap menjaga kekayaan budaya yang beragam di nusantara ini sehingga anak cucuk kita tidak kehilangan jati diri. (T.KR-HK/F003)
Rombongan berjumlah 15 orang tersebut didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hj Emma Mustadjab, dan pengurus teras PKK Bantaeng lainnya.
Mutia Hatta bersama rombongan juga didampingi Sekda HM Yasin, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata H Asri. Kepala Bappeda H. Zainuddin Tahir, Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim, Kepala Perpustakaan Estha Karim, Kepala PMD Meyriyani, Kepala BKD Jumaing dan sejumlah pejabat lainnya.
Pada kunjungan tersebut, Mutia Hatta melihat kondisi rumah adat bersejarah itu bersama benda peninggalan yang masih tersimpan diantaranya keris yang memiliki lengkungan (Lamba) 12 dan sejumlah peninggalan sejarah lainnya.
Rombongan mendapat penjelasan dari pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar tentang pembangunan Balla Lompoa pada 1897 hingga renovasi yang dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada awal pemerintahannya tahun 2008.
Ke depan rumah adat Balla Lompoa akan dijadikan museum agar peninggalan sejarah yang ada di dalamnya dapat disaksikan dan dipelajari generasi sekarang dan mendatang.
Wantinpres Mutia Hatta mengatakan, asset budaya ini harus dilestarikan karena dari situ nilai budaya para leluhur bisa diketahui.
Ini sangat penting diketahui generasi kita agar kelak nilai-nilai budaya dari leluhur tersebut diketahui dan dimanfaatkan sepanjang sejarah.
Menurut dia, tanpa kebudayaan seperti ini, kelak anak-anak kita tidak akan mengetahui sejarah negerinya atau mungkin mereka tidak akan mengetahui lagi asal-usulnya.
Ia berharap, Pemda tetap menjaga kekayaan budaya yang beragam di nusantara ini sehingga anak cucuk kita tidak kehilangan jati diri. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenbud dan Pemkab Gowa bahas pembangunan replika Istana Balla Lompoa di Afsel
11 August 2025 16:21 WIB, 2025
Mahasiswa minta TNI-Polri selesaikan polemik pengelolaan Istana Balla Lompa Gowa
19 July 2024 0:07 WIB, 2024
Ketum Dharma Pertiwi dan delegasi MNEK 2023 kunjungi istana Balla Lompoa
05 June 2023 20:54 WIB, 2023
55 koleksi Museum Balla Lompoa di Gowa sudah terpasang sistem barcode
28 December 2022 6:03 WIB, 2022
Disbudpar Gowa mulai persiapkan Museum Balla Lompoa jadi Cagar Budaya
22 December 2022 5:45 WIB, 2022
Dispar Gowa laporkan kasus perusakan kawasan Museum Istana Tamalate ke polisi
11 March 2022 5:50 WIB, 2022