Kementerian BUMN dan BRI berdayakan klaster tanaman hias
Kamis, 20 Januari 2022 14:21 WIB
Seorang pelaku usaha tanaman hias Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo menata tanamannya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Batu, Jawa Timur, Kamis (20/1/2022). (ANTARA/HO-HumasBRI)
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Kementerian BUMN mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM klaster usaha binaan tanaman hias Sekarmulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Batu, Jawa Timur.
Desa Sidomulyo yang dikenal sebagai Desa Bunga ini terletak di lereng Gunung Arjuna dengan warganya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani bunga dan dikembangkan oleh Kantor Cabang BRI Malang Soekarno Hatta.
“Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengangkat ekonomi kerakyatan melalui klaster usaha binaan,” kata Wakil Direktur Utama BRI (Persero) Catur Budi Harto melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Catur mengatakan dengan pemberdayaan ini diharapkan akan ada peningkatan perekonomian masyarakat setempat di area klaster binaan melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Menurutnya, potensi ekonomi dari tanaman hias bisa berkembang karena pihak desa memberikan dukungan langsung kepada warganya yang mayoritas sebagai petani tanaman hias.
Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo ini diketuai oleh Tono dan beranggotakan 80 pelaku usaha yang mempunyai tujuan sama dalam pemberdayaan petani bunga terutama bidang pembibitan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan, dan pemasaran tanaman hias.
Sebagai gambaran, saat ini di Indonesia permintaan untuk komoditas tanaman hias semakin meningkat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga menjanjikan keuntungan secara ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, produksi tanaman hias Indonesia mencapai lebih dari 714 Juta tangkai dengan lima terbesar sentra tanaman hias berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
Desa Sidomulyo yang dikenal sebagai Desa Bunga ini terletak di lereng Gunung Arjuna dengan warganya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani bunga dan dikembangkan oleh Kantor Cabang BRI Malang Soekarno Hatta.
“Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengangkat ekonomi kerakyatan melalui klaster usaha binaan,” kata Wakil Direktur Utama BRI (Persero) Catur Budi Harto melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Catur mengatakan dengan pemberdayaan ini diharapkan akan ada peningkatan perekonomian masyarakat setempat di area klaster binaan melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Menurutnya, potensi ekonomi dari tanaman hias bisa berkembang karena pihak desa memberikan dukungan langsung kepada warganya yang mayoritas sebagai petani tanaman hias.
Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo ini diketuai oleh Tono dan beranggotakan 80 pelaku usaha yang mempunyai tujuan sama dalam pemberdayaan petani bunga terutama bidang pembibitan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan, dan pemasaran tanaman hias.
Sebagai gambaran, saat ini di Indonesia permintaan untuk komoditas tanaman hias semakin meningkat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga menjanjikan keuntungan secara ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, produksi tanaman hias Indonesia mencapai lebih dari 714 Juta tangkai dengan lima terbesar sentra tanaman hias berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkes usul reaktivasi JKN otomatis sementara terkait penonaktifan kepersetaan PBI JK
09 February 2026 12:08 WIB
Politeknik AUP beri penghormatan terakhir kepada Deden Maulana korban kecelakaan pesawat ATR
22 January 2026 12:16 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Gubernur Sulsel dorong budaya hidup sehat melalui gerakan ASRI dan Anti Mager
08 February 2026 19:31 WIB
PLN UIP Sulawesi terima hasil pengadaan lahan GITET 275 kV Kendari dari BPN
06 February 2026 19:56 WIB