Mahasiswa Unsulbar Sepakat Akhiri Penyegelan Kampus
Sabtu, 28 Januari 2012 19:53 WIB
Majene, Sulbar (ANTARA News) - Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Kabupaten Majene, Sabtu, akhirnya sepakat membuka segel kampus setelah seluruh tuntutannya terpenuhi melalui dialog ribuan mahasiswa dengan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh.
Ribuan mahasiswa yang menyegel kampus sekitar satu bulan lalu akhirnya menerima permintaan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh untuk membuka segel agar proses perkuliahan kembali berjalan normal.
Kesepakatan untuk membuka segel kampus melalui surat perjanjian bersama antara perwakilan mahasiswa Unsulbar yang terdiri dari perwakilan ketua tingkat dan ketua jurusan dengan Gubernur Sulbar yang juga merupakan ketua yayasan Unsulbar.
"Saya meminta, adanya sejumlah solusi yang harus kami penuhi baik sebagai Gubernur Sulbar maupun selaku ketua yayasan Unsulbar atas tuntutan seluruh mahasiswa, penyegelan kampus juga harus dihentikan melalui surat kesepakatan bersama," ungkap Gubernur di Majene.
Menurut Gubernur, jika penutupan kampus tetap dilakukan maka akan merugikan sejumlah mahasiswa yang memiliki hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui proses perkuliahan, sehingga sangat banyak mahasiswa yang akan dirugikan.
Seluruh tuntutan mahasiswa telah menjadi kesepakatan bersama melalui penandatanganan antara mahasiswa dan gubernur sehingga hal tersebut dianggap sebagai sebuah jaminan yang bisa dipertanggungjawabkan selaku pihak kampus maupun pemerintah.
Melalui tawaran tersebut, akhirnya ribuan mahasiswa menyepakati untuk membuka segel kampus dan proses perkuliahan bisa kembali dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pengelola kampus.
"Kami tetap menaruh harapan agar seluruh tuntutan kami terpenuhi. Namun kami telah memiliki pegangan yang bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak yayasan, pihak kampus, maupun pemerintah daerah sesuai batas yang disepakati," ungkap perwakilan mahasiswa Unsulbar, Mulyadi.
Namun, mahasiswa tetap ngotot untuk kembali melakukan aksi lanjutan, termasuk menyegel kembali kampus jika tuntutannya tidak terpenuhi sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati bersama.
"Kami menghargai proses ini sebagai sebuah kesepakatan yang kita ambil bersama melalui dialog. Namun jika dalam batas waktu tertentu sesuai perjanjian seluruh tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan kembali melakukan aksi," ujarnya.(T.KR-AAT/F003)
Ribuan mahasiswa yang menyegel kampus sekitar satu bulan lalu akhirnya menerima permintaan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh untuk membuka segel agar proses perkuliahan kembali berjalan normal.
Kesepakatan untuk membuka segel kampus melalui surat perjanjian bersama antara perwakilan mahasiswa Unsulbar yang terdiri dari perwakilan ketua tingkat dan ketua jurusan dengan Gubernur Sulbar yang juga merupakan ketua yayasan Unsulbar.
"Saya meminta, adanya sejumlah solusi yang harus kami penuhi baik sebagai Gubernur Sulbar maupun selaku ketua yayasan Unsulbar atas tuntutan seluruh mahasiswa, penyegelan kampus juga harus dihentikan melalui surat kesepakatan bersama," ungkap Gubernur di Majene.
Menurut Gubernur, jika penutupan kampus tetap dilakukan maka akan merugikan sejumlah mahasiswa yang memiliki hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui proses perkuliahan, sehingga sangat banyak mahasiswa yang akan dirugikan.
Seluruh tuntutan mahasiswa telah menjadi kesepakatan bersama melalui penandatanganan antara mahasiswa dan gubernur sehingga hal tersebut dianggap sebagai sebuah jaminan yang bisa dipertanggungjawabkan selaku pihak kampus maupun pemerintah.
Melalui tawaran tersebut, akhirnya ribuan mahasiswa menyepakati untuk membuka segel kampus dan proses perkuliahan bisa kembali dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pengelola kampus.
"Kami tetap menaruh harapan agar seluruh tuntutan kami terpenuhi. Namun kami telah memiliki pegangan yang bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak yayasan, pihak kampus, maupun pemerintah daerah sesuai batas yang disepakati," ungkap perwakilan mahasiswa Unsulbar, Mulyadi.
Namun, mahasiswa tetap ngotot untuk kembali melakukan aksi lanjutan, termasuk menyegel kembali kampus jika tuntutannya tidak terpenuhi sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati bersama.
"Kami menghargai proses ini sebagai sebuah kesepakatan yang kita ambil bersama melalui dialog. Namun jika dalam batas waktu tertentu sesuai perjanjian seluruh tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan kembali melakukan aksi," ujarnya.(T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar libatkan perguruan tinggi benahi alur air di kawasan rawan banjir
15 January 2026 10:31 WIB
Job Fair di Makassar : Aktivis kampus tak lagi jadi pilihan, ada juga BI Checking
05 December 2025 14:12 WIB
Direktur Kemendiktisaintek dorong kampus hilirisasi riset sesuai kebutuhan
03 December 2025 19:10 WIB
Pemprov Sulbar berkomitmen jadikan Mes Patriot pusat riset kawasan transmigrasi
21 November 2025 22:03 WIB
Menteri Transmigrasi tinjau lokasi pembangunan Mes Patriot di Kalukku Mamuju
19 November 2025 21:07 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Super Air Jet rute Lombok-Surabaya delay hampir 5 jam di Bandara Lombok
14 February 2026 5:39 WIB