Kementan dorong pertanian terpadu 10 ribu hektar di Gowa Sulsel
Jumat, 18 Maret 2022 5:57 WIB
Dokumen - Petani memanen jagung untuk bahan baku pakan ternak ayam di Dusun Cikatomas, Kecamatan Cijengjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (7/3/2022) ANTARA/Adeng Bustomi
Makassar (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong integrated farm atau pertanian terpadu di atas lahan 10 ribu hektare yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
"Tidak hanya di Gowa tapi semua daerah di Indonesia siapa saja yang mau, bupati yang lahannya siap, komitmennya dan tekad dengan petani, maka kita siap maksimalkan," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gowa, Kamis.
Pertanian terpadu, kata Syahrul, menghadirkan langkah-langkah pertanian yang lebih masif, lebih khusus, serta menghadirkan komoditi-komoditi pertanian yang dibutuhkan dalam ketahanan pangan nasional.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengaku pertanian terpadu tidak hanya terdiri dari satu komoditi tetapi berbagai komoditi termasuk peternakan, mulai dari memperbaiki irigasi cacing, teknis yang ada, termasuk mempersiapkan bentuk-bentuk intervensi pupuk organik.
"Kita mencanangkan ada integrated farm yang berbasis jagung dan tentu saja didahului dengan pemetaan-pemetaan," ujar dia.
Bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Syahrul telah sepakat memperluas sampai 10 ribu hektare untuk menanam jagung dan kedelai pada pertanian terpadu. Hasilnya dipastikan akan dibutuhkan bersama, termasuk untuk kebutuhan ekspor jika kebutuhan dalam negeri mencukupi.
Syahrul menjelaskan kedelai pernah diimpor dari luar sebab harga luar negeri lebih murah yakni Rp5.000, sedangkan petani baru bisa memperoleh keuntungan jika kedelainya dijual seharga Rp7.000 hingga Rp10 ribu/kg.
Maka dari itu, SYL menilai bahwa peningkatan produktivitas pertanian harus dilakukan, salah satunya melalui pertanian terpadu.
"Harga apapun di dunia ini saling terkontraksi secara global, karena ini saya siapkan ketersediaan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri. Insya Allah cukup," katanya.
"Tidak hanya di Gowa tapi semua daerah di Indonesia siapa saja yang mau, bupati yang lahannya siap, komitmennya dan tekad dengan petani, maka kita siap maksimalkan," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gowa, Kamis.
Pertanian terpadu, kata Syahrul, menghadirkan langkah-langkah pertanian yang lebih masif, lebih khusus, serta menghadirkan komoditi-komoditi pertanian yang dibutuhkan dalam ketahanan pangan nasional.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengaku pertanian terpadu tidak hanya terdiri dari satu komoditi tetapi berbagai komoditi termasuk peternakan, mulai dari memperbaiki irigasi cacing, teknis yang ada, termasuk mempersiapkan bentuk-bentuk intervensi pupuk organik.
"Kita mencanangkan ada integrated farm yang berbasis jagung dan tentu saja didahului dengan pemetaan-pemetaan," ujar dia.
Bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Syahrul telah sepakat memperluas sampai 10 ribu hektare untuk menanam jagung dan kedelai pada pertanian terpadu. Hasilnya dipastikan akan dibutuhkan bersama, termasuk untuk kebutuhan ekspor jika kebutuhan dalam negeri mencukupi.
Syahrul menjelaskan kedelai pernah diimpor dari luar sebab harga luar negeri lebih murah yakni Rp5.000, sedangkan petani baru bisa memperoleh keuntungan jika kedelainya dijual seharga Rp7.000 hingga Rp10 ribu/kg.
Maka dari itu, SYL menilai bahwa peningkatan produktivitas pertanian harus dilakukan, salah satunya melalui pertanian terpadu.
"Harga apapun di dunia ini saling terkontraksi secara global, karena ini saya siapkan ketersediaan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri. Insya Allah cukup," katanya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komoditas ekspor Sulsel jangkau 63 negara, didominasi perikanan dan pertanian
24 April 2026 21:29 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan jalan untuk tingkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian
08 April 2026 13:04 WIB
Pemkab Sidrap hadirkan TeknoFarm Sarprofest dorong produktivitas padi petani
06 February 2026 6:20 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB