Logo Header Antaranews Makassar

Komoditas ekspor Sulsel jangkau 63 negara, didominasi perikanan dan pertanian

Jumat, 24 April 2026 21:29 WIB
Image Print
Kepala Balai Besar Karantina Sulsel Sitti Chadidjah yang memperlihatkan komoditas ekspor Sulsel dari sektor perikanan dan pertanian kepada Kepala Barantin Sahat M Panggabean pada kunjungan anggota DPR RI di Makassar, Kamis (24/04/2026). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan mencatat komoditas ekspor dari Sulawesi Selatan telah menjangkau ke 63 negara dengan beragam komoditas, namun didominasi dari sektor perikanan dan pertanian.

Kepala Balai Besar Karantina Sulsel Sitti Chadidjah di Makassar, Jumat menyampaikan data ekspor yang disertifikasi melalui Karantina Sulawesi Selatan menunjukkan performa yang impresif.

"Komoditas asal daerah ini telah menembus 63 negara tujuan dengan total volume mencapai 355.431 ton dan nilai ekspor sekitar Rp11,1 triliun sepanjang 2025," katanya.

Komoditas unggulan ekspor di sektor perikanan seperti udang vannamei, tuna, kerapu, gurita, dan karagenan menyumbang nilai ekspor sekitar Rp5,6 triliun.

Kemudian pada sektor pertanian terdapat komoditas rumput laut, kelapa bulat, kakao, kacang mede, dan porang yang memiliki nilai ekonomi sekitar Rp5,5 triliun. Terdapat juga komoditas hewan yang diekspor meliputi awetan kupu-kupu, kulit reptil, sarang burung walet, dan madu yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp979 juta.

"Komoditas tersebut telah diekspor ke berbagai negara antara lain China, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Vietnam, Korea Selatan, hingga negara-negara Eropa seperti Belanda dan Prancis," tambah Sitti Chadidjah.

Selain ekspor, terdapat juga lalu lintas domestik keluar (dokel) mencapai sekitar 439,55 juta kilogram dengan nilai Rp5,12 triliun, dan domestik masuk (domas) sebesar 115,39 juta kilogram dengan nilai Rp1,39 triliun. Sedangkan untuk impor tercatat volume sekitar 264,35 juta kilogram dengan nilai mencapai Rp1,10 triliun.

Sehari sebelumnya, pihak Balai Karantina Nasional mendapat kunjungan anggota Komisi IV DPR RI yang meninjau langsung fasilitas dan sejumlah komoditas unggulan dari Balai Besar Karantina Sulsel di Makassar.

Pada kesempatan ini, tercipta komitmen bersama antara Barantin dan Komisi IV DPR RI yang berharap menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan sistem karantina yang maju.

Melalui dukungan tersebut, diharapkan ke depannya Barantin dapat lebih kuat sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan perkarantinaan di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan.

Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean menyebut penguatan karantina terus dilakukan secara menyeluruh melalui transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Dukungan terhadap penguatan kelembagaan meliputi transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium hingga peningkatan SDM diharapkan dapat semakin memperkuat peran karantina dalam menjaga ketahanan pangan nasional," ujar Sahat.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026