Pasien Penderita Hidrochepalus Kekurangan Biaya
Senin, 4 Juni 2012 4:06 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Sapariah menderita penyakit Hidrochephalus (kepala membesar) asal Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, kekurangan biaya setelah dirujuk untuk menjalani perawatan di rumah sakit Wahidin Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Koordinator Aliansi Wartawan Peduli (AWP) "Anak Sapariah", Jawaluddin Daeng Paindo, di Mamuju, Minggu, mengatakan, pasien menderita penyakit Hidrochephalus di Kabupaten Mamuju kekurangan biaya setelah dirawat dirumah sakit Makassar.
Ia mengatakan, hasil sumbangan dari pemerintah kabupaten Mamuju maupun dari para dermawan yang rela membantu pengobatan anak tersebut belum cukup dibandingkan dengan kebutuhan sekitar Rp150 juta.
"Sumbangan yang terkumpul untuk anak safariah itu hanya sekitar Rp40 juta setelah acara konser amal yang digelar di Lapangan Ahmad Kirang dengan melibatkan sejumlah group musik lokal untuk pengobatan anak itu selesai dilakukan,"katanya.
Sementara, biaya operasi dan pengobatan anak itu di Makassar mencapai sekitar Rp150 juta sesuai keterangan petugas medis yang menangani pengobatannya.
Oleh karena itu ia mengatakan, sangat diharapkan agar dermawan yang bersimpatik dengan anak itu, terus membantu biaya penobatannya dengan memberikan sumbangan.
Wartawan di Mamuju kata dia, telah membantu memfasilitasi dengan membuka rekening peduli bagi anak Sapariah di Bank Mandiri Syariah Cabang Mamuju dengan nomor rekening 7036729265, rekening itu atas nama, Attu, ayah dari anak penderita Hidrochepalus.
"Pada saat dilahirkan safariah itu kepalanya berdiameter sekitar 39 centimeter, dan kepalanya terus menerus membesar, padahal anak bayi yang dilahirkan normal kepalanya hanya berdiameter 30 centimeter menurut dokter."kata Jawaluddin. (T.KR-MFH/S016)
Koordinator Aliansi Wartawan Peduli (AWP) "Anak Sapariah", Jawaluddin Daeng Paindo, di Mamuju, Minggu, mengatakan, pasien menderita penyakit Hidrochephalus di Kabupaten Mamuju kekurangan biaya setelah dirawat dirumah sakit Makassar.
Ia mengatakan, hasil sumbangan dari pemerintah kabupaten Mamuju maupun dari para dermawan yang rela membantu pengobatan anak tersebut belum cukup dibandingkan dengan kebutuhan sekitar Rp150 juta.
"Sumbangan yang terkumpul untuk anak safariah itu hanya sekitar Rp40 juta setelah acara konser amal yang digelar di Lapangan Ahmad Kirang dengan melibatkan sejumlah group musik lokal untuk pengobatan anak itu selesai dilakukan,"katanya.
Sementara, biaya operasi dan pengobatan anak itu di Makassar mencapai sekitar Rp150 juta sesuai keterangan petugas medis yang menangani pengobatannya.
Oleh karena itu ia mengatakan, sangat diharapkan agar dermawan yang bersimpatik dengan anak itu, terus membantu biaya penobatannya dengan memberikan sumbangan.
Wartawan di Mamuju kata dia, telah membantu memfasilitasi dengan membuka rekening peduli bagi anak Sapariah di Bank Mandiri Syariah Cabang Mamuju dengan nomor rekening 7036729265, rekening itu atas nama, Attu, ayah dari anak penderita Hidrochepalus.
"Pada saat dilahirkan safariah itu kepalanya berdiameter sekitar 39 centimeter, dan kepalanya terus menerus membesar, padahal anak bayi yang dilahirkan normal kepalanya hanya berdiameter 30 centimeter menurut dokter."kata Jawaluddin. (T.KR-MFH/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulbar libatkan semua sektor cegah munculnya kasus stunting baru
13 July 2024 22:24 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
DPR setujui 10 nama jadi anggota Dewas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
10 February 2026 12:59 WIB