DP2 Makassar aktifkan TGC guna mencegah penyebaran PMK
Rabu, 13 Juli 2022 16:27 WIB
Hewan kurban milik peternak dijajakan kepada kepada masyarakat di Makassar, Sulsel, menjelang Idul Adha 1443 Hijriah. FOTO ANTARA/Abd Kadir
Makassar (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (DP2) Makassar, Sulawesi Selatan mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah
penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak usai temuan satu kasus di daerah itu.
Kepala DP2 Makassar Evi Aprialty di Makassar, Rabu, mengatakan TGC ini langsung respon cepat melakukan investasi, melakukan pendataan populasi yang terancam terjangkiti , memperkuat komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Termasuk melakukan disenfeksi, hingg melakukan lock down lalu lintas hewan ternak ke Makassar yang diperkuat melalui surat edaran," katanya.
Ia menjelaskan pihaknya telah membentuk sembilan tim yang akan turun menyasar ke titik-titik atau lokasi peternakan di Makassar, untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan hewan.
"Dari sembilan tim ini masing-masing beranggotakan lima orang untuk turun memeriksa kondisi hewan ternak," ujarnya.
Sebelumnya, seekor sapi diketahui positif PMK usai dilakukan pengujian di laboratorium Balai Besar Veteriner Maros. Sehingga dilakukan langkah antisipasi untuk menekan penyebaran wabah yang menyerang ternak tersebut.
Hewan ternak sapi tersebut yang positif PMK ditemukan dijual oleh pedagang di Kecamatan Manggala, Makassar.
Kecurigaan terhadap ternak itu bermula dari adanya dua sapi yang memiliki luka di bagian mulut. Tim lantas mengambil sampel darah untuk diperiksa dan memisahkan ternak tersebut dari kawanan lain, demikian Evi Aprialty .
penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak usai temuan satu kasus di daerah itu.
Kepala DP2 Makassar Evi Aprialty di Makassar, Rabu, mengatakan TGC ini langsung respon cepat melakukan investasi, melakukan pendataan populasi yang terancam terjangkiti , memperkuat komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Termasuk melakukan disenfeksi, hingg melakukan lock down lalu lintas hewan ternak ke Makassar yang diperkuat melalui surat edaran," katanya.
Ia menjelaskan pihaknya telah membentuk sembilan tim yang akan turun menyasar ke titik-titik atau lokasi peternakan di Makassar, untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan hewan.
"Dari sembilan tim ini masing-masing beranggotakan lima orang untuk turun memeriksa kondisi hewan ternak," ujarnya.
Sebelumnya, seekor sapi diketahui positif PMK usai dilakukan pengujian di laboratorium Balai Besar Veteriner Maros. Sehingga dilakukan langkah antisipasi untuk menekan penyebaran wabah yang menyerang ternak tersebut.
Hewan ternak sapi tersebut yang positif PMK ditemukan dijual oleh pedagang di Kecamatan Manggala, Makassar.
Kecurigaan terhadap ternak itu bermula dari adanya dua sapi yang memiliki luka di bagian mulut. Tim lantas mengambil sampel darah untuk diperiksa dan memisahkan ternak tersebut dari kawanan lain, demikian Evi Aprialty .
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB