BBWS Pompengan Jeneberang optimalkan pemanfaatan Waduk Bili-Bili
Selasa, 13 Juni 2023 22:45 WIB
Support Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pompengan Jeneberang, Nasaruddin pada workshop "Ancaman Krisis Air" yang digelar oleh USAID dan mitra di Makassar, Selasa (13/6/2023). Antara/ Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Sulawesi Selatan berupaya mengoptimalkan pemanfaatan air Waduk Bili-Bili yang memiliki kapasitas 3.300 meter kubik per detik.
"Yang dimanfaatkan selama ini baru 1.800 meter kubik per detik, jadi masih ada peluang pemanfaatan 1400 meter kubik per detik," kata Support Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pompengan Jeneberang, Nasaruddin pada workshop "Ancaman Krisis Air" yang digelar oleh USAID dan mitra di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan selama ini Waduk Bili-Bili telah membantu pengadaan kebutuhan konsumsi air di wilayah Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Menurut dia, untuk mengantisipasi debit air yang berkurang di wilayah operasional Waduk Bil-Bili saat musim kemarau, maka dibuat Dam Jene Lata. terrmasuk membuat sabodam raksasa untuk menghalangi sedimentasi di waduk.
Hal Itu dinilai penting karena sedimentasi di kawasan Waduk Bili-Bili sudah mencapai 100 juta meter kubik.
Akibat kondisi tersebut dari total tampungan debit air 375 juta meter kubik, turun menjadi 334,4 juta meter kubik berdasarkan data survei 2019.
Pada kesempatan yang sama Profesor Balaji dari Universitas Colorado mengatakan pemanfaatan Sungai Colorado oleh manajemen sumber daya air yang berbasis fakta telah mendorong konservasi air yang berkesinambungan.
Model tersebut menjadi contoh penerapan di sejumlah negara di Benua Amerika, termasuk dapat diadopsi di Indonesia dengan memperkuat data dalam pengelolaan sumber daya air.
Pentingnya data itu untuk mendukung sebuah perencanaan dan mengetahui prospek ke depan, termasuk kemampuan sumber daya air memenuhi kebutuhan konsumsi pada saat ini dan juga ke depan.
"Yang dimanfaatkan selama ini baru 1.800 meter kubik per detik, jadi masih ada peluang pemanfaatan 1400 meter kubik per detik," kata Support Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pompengan Jeneberang, Nasaruddin pada workshop "Ancaman Krisis Air" yang digelar oleh USAID dan mitra di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan selama ini Waduk Bili-Bili telah membantu pengadaan kebutuhan konsumsi air di wilayah Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Menurut dia, untuk mengantisipasi debit air yang berkurang di wilayah operasional Waduk Bil-Bili saat musim kemarau, maka dibuat Dam Jene Lata. terrmasuk membuat sabodam raksasa untuk menghalangi sedimentasi di waduk.
Hal Itu dinilai penting karena sedimentasi di kawasan Waduk Bili-Bili sudah mencapai 100 juta meter kubik.
Akibat kondisi tersebut dari total tampungan debit air 375 juta meter kubik, turun menjadi 334,4 juta meter kubik berdasarkan data survei 2019.
Pada kesempatan yang sama Profesor Balaji dari Universitas Colorado mengatakan pemanfaatan Sungai Colorado oleh manajemen sumber daya air yang berbasis fakta telah mendorong konservasi air yang berkesinambungan.
Model tersebut menjadi contoh penerapan di sejumlah negara di Benua Amerika, termasuk dapat diadopsi di Indonesia dengan memperkuat data dalam pengelolaan sumber daya air.
Pentingnya data itu untuk mendukung sebuah perencanaan dan mengetahui prospek ke depan, termasuk kemampuan sumber daya air memenuhi kebutuhan konsumsi pada saat ini dan juga ke depan.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Luwu Timur terima bantuan peralatan penanganan banjir dari BBWS Pompengan-Jeneberang
19 November 2024 16:03 WIB, 2024
Warga desa Cendana Luwu Timur terima 200 geobag dari BB Pompengan-Jenebrang
04 June 2024 16:20 WIB, 2024
Kejari Pangkep periksa pejabat BBWS Pompengan diduga korupsi P3-TGAI
20 January 2024 13:42 WIB, 2024
DPR akan koordinasi dengan BBWS atasi jebolnya tanggul Sungai Baliase di Luwu Utara
02 June 2023 19:18 WIB, 2023
BPBD Sulsel ingatkan waspadai cuaca ekstrem dan status Waduk Nipa-Nipa
17 February 2023 19:51 WIB, 2023