DPP PPP Sarankan Pengurus DPC Makassar Islah
Jumat, 29 November 2013 17:52 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan Amir Uskara menyatakan jika DPP menyarankan kisruh yang terjadi di DPC PPP Kota Makassar bisa diselesaikan melalui islah.
"Wakil Ketua Umum DPP mengusulkan agar masalah yang terjadi di DPC Makassar bisa diselesaikan dengan baik-baik. Namun itu juga masih sebatas saran sehingga kita tidak diwajibkan mengikutinya," katanya di Makassar, Jumat.
Menurut dia, apapun keputusan terhadap Ketua DPC PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika, akan tetap melalui Rapat DPW. Pihaknya juga memastikan apapun keputusan rapat DPW tersebut memang untuk kebaikan partai kedepan.
Mengenai kemungkinan akan adanya pencopotan terhadap Ketua DPC PPP Makassar Busranuddin Baso Tika seperti yang menjadi keinginan sejumlah DPC dan PAC, anggota DPRD Sulsel itu mengakui segala kemungkinan dapat terjadi.
Namun demikian, sambung dia, sebelum itu terjadi seluruh pihak diharapkan bisa bersabar dan menunggu hasil rapat DPW PPP Sulsel.
"Kita rencanakan akan menggelar rapat DPW Jumat malam. Dalam rapat itu pula akan membahas soal temuan tim investigas Tim 5 yang sebelumnya kita bentuk," katanya.
Pada pertemuan awal dengan Tim 5 beberapa waktu lalu diketahui bahwa DPC PPP Makassar mengaku menyadari seperti dipermainkan. Itupun yang membuat pengurus pada akhirnya tetap menginginkan rekonsiliasi dan mediasi agar tidak terjebak dalam kisruh yang terjadi.
Menurut dia, sejumlah pengurus PAC juga pada dasarnya tetap menginginkan ada sanksi politik terhadap pihak yang dianggap bersalah. Penerapan sanksi tersebut tentu diharapkan menjadi efek jera sehingga tidak melakukan hal sama kedepan.
Sebelumnya, sebanyak 10 PAC menyatakan sikap tidak lagi mengakui kepemimpinan Busranuddin. Ada tiga poin yang disebutkan menjadi penyebabnya, salah satunya terkait gaya kepemimpinan Busranuddin yang dinilai otoriter.
Surat PAC tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh 18 pengurus DPC dengan mengeluarkan surat mosi tidak percaya pada Busranuddin yang kemudian diserahkan ke DPW. Ada sembilan poin berisi daftar dosa Busranuddin yang mengakibatkan keluarnya surat mosi tidak percaya tersebut. M Yusuf
"Wakil Ketua Umum DPP mengusulkan agar masalah yang terjadi di DPC Makassar bisa diselesaikan dengan baik-baik. Namun itu juga masih sebatas saran sehingga kita tidak diwajibkan mengikutinya," katanya di Makassar, Jumat.
Menurut dia, apapun keputusan terhadap Ketua DPC PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika, akan tetap melalui Rapat DPW. Pihaknya juga memastikan apapun keputusan rapat DPW tersebut memang untuk kebaikan partai kedepan.
Mengenai kemungkinan akan adanya pencopotan terhadap Ketua DPC PPP Makassar Busranuddin Baso Tika seperti yang menjadi keinginan sejumlah DPC dan PAC, anggota DPRD Sulsel itu mengakui segala kemungkinan dapat terjadi.
Namun demikian, sambung dia, sebelum itu terjadi seluruh pihak diharapkan bisa bersabar dan menunggu hasil rapat DPW PPP Sulsel.
"Kita rencanakan akan menggelar rapat DPW Jumat malam. Dalam rapat itu pula akan membahas soal temuan tim investigas Tim 5 yang sebelumnya kita bentuk," katanya.
Pada pertemuan awal dengan Tim 5 beberapa waktu lalu diketahui bahwa DPC PPP Makassar mengaku menyadari seperti dipermainkan. Itupun yang membuat pengurus pada akhirnya tetap menginginkan rekonsiliasi dan mediasi agar tidak terjebak dalam kisruh yang terjadi.
Menurut dia, sejumlah pengurus PAC juga pada dasarnya tetap menginginkan ada sanksi politik terhadap pihak yang dianggap bersalah. Penerapan sanksi tersebut tentu diharapkan menjadi efek jera sehingga tidak melakukan hal sama kedepan.
Sebelumnya, sebanyak 10 PAC menyatakan sikap tidak lagi mengakui kepemimpinan Busranuddin. Ada tiga poin yang disebutkan menjadi penyebabnya, salah satunya terkait gaya kepemimpinan Busranuddin yang dinilai otoriter.
Surat PAC tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh 18 pengurus DPC dengan mengeluarkan surat mosi tidak percaya pada Busranuddin yang kemudian diserahkan ke DPW. Ada sembilan poin berisi daftar dosa Busranuddin yang mengakibatkan keluarnya surat mosi tidak percaya tersebut. M Yusuf
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bapaslon Danny-Azhar yakin Parpol pengusung komitmen di Pilgub Sulsel 2024
05 August 2024 5:30 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB