BPS: Nilai tukar petani Sulsel pada Oktober 2023 naik 2,37 persen
Kamis, 2 November 2023 19:28 WIB
Ilustrasi Nilai Tukar Petani (NTP) Sulsel periode Oktober 2023 yang mengalami kenaikan 2,35 persen yang dijabarkan Kepala Bagian Umum BPS Sulsel, Rabu (1/11/3023). ANTARA/HO/BPS Sulsel
Makassar (ANTARA) - Badan Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai tukar petani (NTP) di Sulsel pada Oktober 2023 naik 2,37 persen dari 111,27 pada bulan sebelumnya menjadi 113,64.
"Kenaikan NTP pada Oktober 2023 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal," ujar Kepala Bagian Umum BPS Sulsel Khaerul Agus di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (it) terhadap indeks harga yang dibayar petani (ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Peningkatan NTP tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan harga yang dibayar petani (ib).
Khaerul menjelaskan NTP yang merupakan perbandingan It terhadap Ib, menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.
Dia mengatakan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada bulan Oktober 2023, NTP di Sulawesi Selatan secara umum mengalami kenaikan sebesar 2,13 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
NTP bulan September 2023 sebesar 111,27 naik menjadi 113,64 pada bulan Oktober 2023. Peningkatan NTP tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (ib). Ib mengalami peningkatan sebesar 0,19 persen sementara It mengalami peningkatan sebesar 2,33 persen.
Adapun NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) mengalami peningkatan sebesar 3,53 persen dari bulan sebelumnya; Subsektor Tanaman Hortikultura (NTPH) pada bulan Oktober 2023 mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu naik sebesar 0,94 persen.
Pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,73 persen; Subsektor Peternakan (NTPT) mengalami peningkatan dibandingkan bulan September 2023 sebesar 0,06 persen.
Subsektor Perikanan (NTNP) pada bulan Oktober 2023 menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan sebesar 1,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) mengalami penurunan sementara indeks harga yang dibayar petani (ib) mengalami kenaikan.
"Kenaikan NTP pada Oktober 2023 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal," ujar Kepala Bagian Umum BPS Sulsel Khaerul Agus di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (it) terhadap indeks harga yang dibayar petani (ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Peningkatan NTP tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan harga yang dibayar petani (ib).
Khaerul menjelaskan NTP yang merupakan perbandingan It terhadap Ib, menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.
Dia mengatakan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada bulan Oktober 2023, NTP di Sulawesi Selatan secara umum mengalami kenaikan sebesar 2,13 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
NTP bulan September 2023 sebesar 111,27 naik menjadi 113,64 pada bulan Oktober 2023. Peningkatan NTP tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (ib). Ib mengalami peningkatan sebesar 0,19 persen sementara It mengalami peningkatan sebesar 2,33 persen.
Adapun NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) mengalami peningkatan sebesar 3,53 persen dari bulan sebelumnya; Subsektor Tanaman Hortikultura (NTPH) pada bulan Oktober 2023 mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu naik sebesar 0,94 persen.
Pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,73 persen; Subsektor Peternakan (NTPT) mengalami peningkatan dibandingkan bulan September 2023 sebesar 0,06 persen.
Subsektor Perikanan (NTNP) pada bulan Oktober 2023 menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan sebesar 1,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) mengalami penurunan sementara indeks harga yang dibayar petani (ib) mengalami kenaikan.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulsel mulai bangun 52,15 km jalan provinsi lintasi Gowa hingga Takalar
11 February 2026 7:40 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB