ISNU : Masyarakat Jangan Mau Dibeli di Pemilu
Minggu, 16 Februari 2014 9:12 WIB
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Provinsi Sulawesi Barat, berharap suara masyarakat jangan mau dibeli di Pemilu 2014.
"Jangan tukar suara anda dengan recehan Rp50.000, demi masa depan daerah ini," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Isnu Provinsi Sulbar, Suardi Mappeabang, pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kabupaten Mamuju, Minggu.
Maulid Nabi yang digelar ISNU Sulbar dihadiri Sekertaris Daerah Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin, Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan dan ratusan masyarakat yang merupakan pengurus Badan Otonom organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU).
Ia meminta agar masyarakat memilih pemimpin yang jujur dan amanah, mampu membawa masyarakat lebih sejahtera dan agar daerah lebih cepat maju dan berkembang.
"Di acara maulid ini, saya bicara soal Pemilu, karena ini memang tahun Pemilu, saya tekankan agar masyarakat tidak salah pilih dalam memilih calon pemimpinnya lima tahun ke depan," katanya.
Menurut dia, masyarakat jangan terpengaruh dengan caleg yang melakukan politik uang di Pemilu 2014, kemudian tidak memperhatikan daerah ini, tetapi berniat untuk mencari keuntungan ketika menjadi penguasa.
Ia juga berharap penyelenggara Pemilu dapat bersikap netral dan menjunjung tinggi aturan yang ada menyelenggarakan Pemilu.
"Mari sukseskan Pemilu agar lebih berkualitas, tanpa memetingkan kepentingan sesaat, dengan menerima uang dalam menentukan calon pemimpin, masyarakat mesti cerdas memilih pemimpin, daripada nanti lahir pemimpin yang membuat sengsara bangsa ini lima tahun ke depan," katanya. FC Kuen
"Jangan tukar suara anda dengan recehan Rp50.000, demi masa depan daerah ini," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Isnu Provinsi Sulbar, Suardi Mappeabang, pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kabupaten Mamuju, Minggu.
Maulid Nabi yang digelar ISNU Sulbar dihadiri Sekertaris Daerah Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin, Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan dan ratusan masyarakat yang merupakan pengurus Badan Otonom organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU).
Ia meminta agar masyarakat memilih pemimpin yang jujur dan amanah, mampu membawa masyarakat lebih sejahtera dan agar daerah lebih cepat maju dan berkembang.
"Di acara maulid ini, saya bicara soal Pemilu, karena ini memang tahun Pemilu, saya tekankan agar masyarakat tidak salah pilih dalam memilih calon pemimpinnya lima tahun ke depan," katanya.
Menurut dia, masyarakat jangan terpengaruh dengan caleg yang melakukan politik uang di Pemilu 2014, kemudian tidak memperhatikan daerah ini, tetapi berniat untuk mencari keuntungan ketika menjadi penguasa.
Ia juga berharap penyelenggara Pemilu dapat bersikap netral dan menjunjung tinggi aturan yang ada menyelenggarakan Pemilu.
"Mari sukseskan Pemilu agar lebih berkualitas, tanpa memetingkan kepentingan sesaat, dengan menerima uang dalam menentukan calon pemimpin, masyarakat mesti cerdas memilih pemimpin, daripada nanti lahir pemimpin yang membuat sengsara bangsa ini lima tahun ke depan," katanya. FC Kuen
Pewarta : Oleh M Faisal Hanapi
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB
Langgar KEPP, DKPP sanksi Komisioner Bawaslu Wajo tak layak penyelenggara
10 November 2025 20:18 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB