Makassar (ANTARA) - Sejumlah petani memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) untuk memudahkan pekerjaan sekaligus mendongkrak peningkatan produksi gabah saat prosesi panen raya padi di Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

"Kami mendorong dan meminta para petani terus meningkatkan produksinya, memanfaatkan alsintan modern, serta mengubah pola kerja agar pendapatan semakin meningkat," kata Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Makassar, Selasa. .

Ia menyebutkan, panen raya dengan mengoperasikan alsintan modern tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

"Tahun 2024 hasil pertanian Sidrap hanya 440.000 ton gabah dengan nilai Rp2,5 triliun. Dan tahun 2025 setelah kita bekerja semuanya, naik menjadi 665.000 ton gabah senilai Rp4,6 triliun. Target kita tahun ini 800.000 sampai 1 juta ton," ujar pria disapa akrab Sahar ini dengan nada optimistis.

Bupati mengemukakan, target tersebut dapat tercapai setelah program cetak sawah baru direalisasikan seluas 148 hektare di wilayah Kabupaten Sidrap.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengimbau masyarakat yang masih memiliki lahan potensial segera melapor ke dinas terkait, karena masih tersedia tambahan program cetak sawah seluas 5.000 hektare.

Sahar juga mengajak petani menerapkan pola tanam IP300, yakni intensifikasi penanaman padi tiga kali dalam setahun pada lahan yang sama guna mendongkrak produksi yang akan berdampak positif pada kesejahteraan petani.

Kepala Desa Bila Riase Sirajuddin pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sidrap saat proses panen raya tersebut. Pihaknya bangga dan bersyukur hasil panen tahun ini melimpah.

"Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan pane raya di desa kami yang hasilnya melimpah," katanya.

Hasil panen gabah tersebut setelah menggunakan kendaraan dengan mesin khusus langsung ditimbang dengan harga Rp7.300 per kilogram, selanjutnya dibayar tunai kepada pemilik gabah.

Panen raya itu dihadiri Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto, Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali, Kapolsek Pitu Riase Ipda Sakaria, Babinsa Pitu Riase Rusdi, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Pitu Riase, para kepala sekolah se-Kecamatan Pitu Riase, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, serta puluhan anggota kelompok tani.