Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan akses pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6 persen per tahun yang ditawarkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu upaya agar masyarakat terhindar dari rentenir dan pinjaman daring (pindar/pinjol).
“Koperasi Desa, salah satu kegiatannya adalah melakukan pembiayaan ultra mikro dengan tingkat bunga yang rendah, itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya,” kata Menkop Ferry saat ditemui di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, ia mengatakan skema pembiayaan tersebut nantinya akan disalurkan melalui unit lembaga keuangan ultra mikro yang merupakan bagian dari Kopdes/Kel Merah Putih.
Nantinya, Kemenkop bakal melihat kebutuhan pembiayaan ultra mikro di setiap desa.
“Nanti di setiap koperasi desa itu ada lembaga keuangan mikronya, kita tentu nanti akan lihat seberapa banyak, seberapa (banyak) yang dibutuhkan di desa tersebut yang perlu pembiayaan keuangan mikronya,” ujar dia.
Selain akses kredit dengan bunga rendah, Menkop mengatakan Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan mampu menjadi penyerap hasil produksi (offtaker) masyarakat, dan memberikan harga murah untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari.
“Kalau bagi kami di Kementerian Koperasi, indikator keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah yang pertama bisa menjual barang dengan harga yang lebih murah. Lalu kedua, bisa membantu pembiayaan dari kegiatan lembaga keuangan mikro yang ada di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah dibandingkan suku bunga yang berlaku, dan kemudian juga bisa menyerap hasil produk masyarakat desa,” jelas Menkop.
“Nah, ini yang hari ini kami di Kementerian Koperasi akan melaksanakan rapat pimpinan untuk fokus juga membahas, salah satunya yang terpenting adalah Koperasi Desa ini menjadi offtaker atau menyerap hasil produksi masyarakat desa,” ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melalui saluran YouTube resmi pada Minggu (22/3) mengatakan pemerintah akan mempersiapkan akses kredit murah dengan bunga 6 persen per tahun melalui Kopdes/Kel Merah Putih.
Langkah ini diambil untuk memutus ketergantungan petani pada jeratan rentenir yang mematok bunga tinggi hingga 1 persen per hari, yang dinilai merupakan bentuk ketimpangan ekonomi yang harus segera dihentikan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkop: Pinjaman dengan bunga 6 persen di Kopdes untuk lawan rentenir