Makassar (ANTARA) - Sebanyak 50 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026.

Direktur Kemahasiswaan Unhas Abdullah Sanusi PhD di Makassar, Sabtu, mengatakan pencapaian ini sekaligus menempatkan Unhas pada peringkat kedua nasional di bawah Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 56 proposal.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang posisi dalam pemeringkatan, tetapi mencerminkan tumbuhnya budaya kreativitas, inovasi, dan kompetisi ilmiah di lingkungan mahasiswa Unhas.

“Bagi kami, capaian ini bukan semata-mata tentang angka atau peringkat, tetapi tentang kualitas proses pembinaan mahasiswa. Tahun lalu Unhas berhasil mencatat sejarah sebagai peringkat pertama nasional pendanaan PKM," ujarnya.

"Oleh karena itu, ketika tahun ini berada di posisi kedua nasional, kami melihatnya tetap sebagai capaian yang sangat membanggakan dan menunjukkan konsistensi Unhas berada di jajaran perguruan tinggi terbaik nasional dalam bidang kreativitas dan inovasi mahasiswa,” kata Abdullah Sanusi.

Pada 2026, Unhas mengajukan 190 proposal PKM ke tingkat nasional, di mana 50 proposal di antaranya (atau 26 persen) berhasil memperoleh pendanaan.

Capaian tersebut sangat tinggi, mengingat kualitas proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia semakin meningkat. Selain itu, kuota pendanaan juga terbatas.

“Mampu tetap berada di posisi dua besar nasional di tengah kompetisi yang semakin ketat tentu menjadi capaian yang membanggakan bagi kami. Ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan,”katanya.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak lepas dari strategi pembinaan yang dilakukan secara intensif, disiplin, dan berbasis timeline kegiatan.

Proses pembinaan dimulai sejak tahap sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis penyusunan proposal hingga tahapan review berkala.

“Faktor yang paling menentukan adalah sistem pembinaan yang dilakukan secara intensif, disiplin, dan berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya dibimbing menyusun proposal, tetapi juga didampingi melalui proses review secara berkala agar kualitas proposal terus meningkat,” ujarnya.

Tidak hanya melibatkan dosen pendamping dan reviewer internal, proses pembinaan juga diperkuat dengan keterlibatan mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lolos PKM maupun Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Menurut dia, pola kolaboratif tersebut dinilai efektif dalam membangun ekosistem belajar antarmahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan tim dalam menghadapi seleksi nasional.

Abdullah Sanusi memastikan pembinaan tidak berhenti pada tahap pendanaan. Seluruh tim yang lolos akan terus mendapatkan pendampingan dalam pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi kegiatan, penyusunan laporan, hingga persiapan menuju tahap PKP2 dan PIMNAS.

“Kami berharap 50 tim yang memperoleh pendanaan dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal melalui pelaksanaan program yang baik, serta menghasilkan luaran yang berkualitas. Harapan kami tentu tim-tim ini nantinya mampu melangkah hingga PIMNAS sebagai ajang paling bergengsi dalam Program Kreativitas Mahasiswa,” tuturnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 50 proposal PKM Unhas raih pendanaan Kemdiktisaintek 2026