Kebakaran hutan Mamuju ancam perkebunan cengkih
Sabtu, 10 Oktober 2015 21:52 WIB
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Kebakaran hutan di Dese Takandengan Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengancam perkebunan cengkih milik warga dan membuat sejumlah warga menjadi panik.
Pemantauan di Mamuju, Sabtu, kebakaran melanda hutan Desa Takandeang, api yang menjalar akibat kebakaran itu mengancam perkebunan cengkih milik masyarakat seluas puluhan hektare.
Kebakaran itu membuat panik warga Desa Takandeang karena cengkih merupakan mata pencaharian mereka.
Masyarakat terus berusaha menghalau api agar tidak membakar tanaman cengkih warga karena akan dapat membuat masyarakat merugi.
"Sudah ada tanaman cengkih masyarakat yang terbakar dan masyarakat terus mencoba menghalau api yang cepat menjalar dimusim kemarau," kata Bustan salah seorang warga
Menurut dia, kebakaran hutan sangat disesalkan masyarakat karena semestinya tidak terjadi yang dapat merusak lingkungan dan perkebunan masyarakat.
"Kami menduga aktivitas penelitian dengan cara melakukan pengeboran tambang di Desa Takandeang menjadi pemicu kebakaran terjadi," katanya.
Ia berharap agar yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penelitian tambang tersebut tidak lagi membuat hutan menjadi terbakar karena dapat membuat masyarakat merugi.
Pemantauan di Mamuju, Sabtu, kebakaran melanda hutan Desa Takandeang, api yang menjalar akibat kebakaran itu mengancam perkebunan cengkih milik masyarakat seluas puluhan hektare.
Kebakaran itu membuat panik warga Desa Takandeang karena cengkih merupakan mata pencaharian mereka.
Masyarakat terus berusaha menghalau api agar tidak membakar tanaman cengkih warga karena akan dapat membuat masyarakat merugi.
"Sudah ada tanaman cengkih masyarakat yang terbakar dan masyarakat terus mencoba menghalau api yang cepat menjalar dimusim kemarau," kata Bustan salah seorang warga
Menurut dia, kebakaran hutan sangat disesalkan masyarakat karena semestinya tidak terjadi yang dapat merusak lingkungan dan perkebunan masyarakat.
"Kami menduga aktivitas penelitian dengan cara melakukan pengeboran tambang di Desa Takandeang menjadi pemicu kebakaran terjadi," katanya.
Ia berharap agar yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penelitian tambang tersebut tidak lagi membuat hutan menjadi terbakar karena dapat membuat masyarakat merugi.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KTT COP30: Indonesia harus lakukan perubahan fundamental untuk merasakan manfaat pendanaan iklim
09 November 2025 0:07 WIB
Kerangka manusia dan batik SMUN 15 Biak Kota ditemukan di Hutan Sawoo Ponorogo
08 November 2025 17:32 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB