Anak Makassar ke final "Mandiri E-Cash Hackathon"
Kamis, 25 Februari 2016 21:22 WIB
Ilustrasi--Kompetisi Hackathon (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Tiga anak muda yang berada di bawah naungan Rumah Software Indonesia Makassar Technopark (RSI-MTP) berhasil mencatatkan namanya sebagai wakil dari Makassar di ajang grand final Mandiri E-Cash Hackathon (MEH) 2016 di Jakarta, 26-27 Februari 2016.
"Sebagai wali kota, saya sangat bangga mendengar kabar keberhasilan dari anak-anak Makassar yang mampu melaju terus ke grand final," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Kamis.
Tiga anak Makassar yang melaju ke babak grand final yakni, Muhammad Munir, Fordyta Abu Bakar dan Sam Winaldi Junaib. Ketiga anak ini yang tergabung dalam satu tim berhasil menyingkirkan semua saingannya.
Selanjutnya pada babak grand final ini, sebanyak 80 tim berhasil terpilih sebagai finalis. Dari jumlah yang lolos ini, hanya terdapat dua tim yang berasal dari luar Pulau Jawa, yakni tim RSI MTP dari Makassar dan satu tim lainnya dari Medan.
"Selamat berkompetisi anak-anaku, tunjukkan bahwa anak Makassar adalah anak-anak yang brilian. Sebagai wali kota, saya bangga kepada kalian," kata Ramdhan saat bertemu ketiga finalis perwakilan Makassar ini di pusat perbelanjaan Makassar.
Danny -- sapaan akrab wali kota -- yang di dampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Ismounandar menceritakan sejumlah program layanan publik di Kota Makassar yang di dukung oleh aplikasi internet.
"Saat ini, sejumlah layanan publik kita sudah dipermudah dengan dukungan aplikasi internet. Layanan kesehatan, layanan kependudukan, termasuk juga hadirnya war room yang mengendalikan seluruh CCTV kita. Kita ingin seluruh layanan publik lebih dipermudah dengan sentuhan tehnologi. Ini tantangan bagi seluruh developer aplikasi lokal di Makassar," lanjut Danny.
Sementara itu, Muhammad Munir, salah seorang anggota Tim RSI MTP menjelaskan aplikasi prodeals yang diciptakannya bersama dua rekannya itu mampu membawanya ke babak grand final.
"Pada dasarnya, prodeals kita ciptakan untuk membantu para usaha kecil menengah (UKM) dengan cara revolusioner, yakni promosi produk menjadi viral di sosmed. Kita amati selama ini produk UKM kita di lokal maupun nasional sudah bagus, hanya saja belum dapat bersaing dengan produk luar negeri," ujarnya.
Menurut Munir, aplikasi ciptaannya ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pemberdayaan UKM sekaligus membantu para UKM dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Di tempat yang sama, Kadis Kominfo Makassar, Muhammad Ismounandar menjelaskan keberadaan RSI MTP yang selama ini digunakan sejumlah penggiat IT untuk bertukar informasi, sekaligus membangun aplikasi internet.
"Rumah Software Indonesia Makassar Technopark memang belum lama kita dirikan. Tapi Alhamdulillah, sudah ada beberapa karya anak-anak kita yang sukses bersaing di tingkat nasional," ujarnya.
Mandiri E-cash Hackathon adalah program kompetisi yang disponsori oleh Bank Mandiri (dengan produk mandiri e-cash) dan IBM Bluemix dan dikelola oleh TechInAsia.
Para developer ditantang untuk berinovasi baik secara teknis dan bisnis untuk bisa memanfaatkan mandiri e-cash API menjadi sebuah produk digital yang siap pakai.
"Sebagai wali kota, saya sangat bangga mendengar kabar keberhasilan dari anak-anak Makassar yang mampu melaju terus ke grand final," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Kamis.
Tiga anak Makassar yang melaju ke babak grand final yakni, Muhammad Munir, Fordyta Abu Bakar dan Sam Winaldi Junaib. Ketiga anak ini yang tergabung dalam satu tim berhasil menyingkirkan semua saingannya.
Selanjutnya pada babak grand final ini, sebanyak 80 tim berhasil terpilih sebagai finalis. Dari jumlah yang lolos ini, hanya terdapat dua tim yang berasal dari luar Pulau Jawa, yakni tim RSI MTP dari Makassar dan satu tim lainnya dari Medan.
"Selamat berkompetisi anak-anaku, tunjukkan bahwa anak Makassar adalah anak-anak yang brilian. Sebagai wali kota, saya bangga kepada kalian," kata Ramdhan saat bertemu ketiga finalis perwakilan Makassar ini di pusat perbelanjaan Makassar.
Danny -- sapaan akrab wali kota -- yang di dampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Ismounandar menceritakan sejumlah program layanan publik di Kota Makassar yang di dukung oleh aplikasi internet.
"Saat ini, sejumlah layanan publik kita sudah dipermudah dengan dukungan aplikasi internet. Layanan kesehatan, layanan kependudukan, termasuk juga hadirnya war room yang mengendalikan seluruh CCTV kita. Kita ingin seluruh layanan publik lebih dipermudah dengan sentuhan tehnologi. Ini tantangan bagi seluruh developer aplikasi lokal di Makassar," lanjut Danny.
Sementara itu, Muhammad Munir, salah seorang anggota Tim RSI MTP menjelaskan aplikasi prodeals yang diciptakannya bersama dua rekannya itu mampu membawanya ke babak grand final.
"Pada dasarnya, prodeals kita ciptakan untuk membantu para usaha kecil menengah (UKM) dengan cara revolusioner, yakni promosi produk menjadi viral di sosmed. Kita amati selama ini produk UKM kita di lokal maupun nasional sudah bagus, hanya saja belum dapat bersaing dengan produk luar negeri," ujarnya.
Menurut Munir, aplikasi ciptaannya ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pemberdayaan UKM sekaligus membantu para UKM dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Di tempat yang sama, Kadis Kominfo Makassar, Muhammad Ismounandar menjelaskan keberadaan RSI MTP yang selama ini digunakan sejumlah penggiat IT untuk bertukar informasi, sekaligus membangun aplikasi internet.
"Rumah Software Indonesia Makassar Technopark memang belum lama kita dirikan. Tapi Alhamdulillah, sudah ada beberapa karya anak-anak kita yang sukses bersaing di tingkat nasional," ujarnya.
Mandiri E-cash Hackathon adalah program kompetisi yang disponsori oleh Bank Mandiri (dengan produk mandiri e-cash) dan IBM Bluemix dan dikelola oleh TechInAsia.
Para developer ditantang untuk berinovasi baik secara teknis dan bisnis untuk bisa memanfaatkan mandiri e-cash API menjadi sebuah produk digital yang siap pakai.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Walikota Makassar bersama Dubes Kuwait bahas potensi kerja sama lintas sektor
06 December 2025 6:28 WIB
3.500 pelari di Makassar dan sekitarnya meriahkan Milo Activ Indonesia Race
27 April 2025 21:01 WIB, 2025
Pj Gubernur Sulsel tekankan pentingnya pembangunan pendidikan di Parepare
19 June 2024 13:07 WIB, 2024
Pj Gubernur Sulsel dan Wali Kota Makassar tinjau GPM di sejumlah lokasi
17 March 2024 16:31 WIB, 2024
17 armada Kapal Perang Asing berlabuh di Laut Makassar meriahkan MNEK 2023
05 June 2023 20:59 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Lulus Program SMK Go Global, 40 lulusan Politeknik ATI Makassar siap kerja di luar negeri
18 September 2026 13:43 WIB