Aliansi pemerhati desa Sulsel kritisi perpanjangan PNPM
Senin, 11 April 2016 19:15 WIB
Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Alisansi Pemerhati Desa Sulsel melakukan aksi di depan kantor DPRD Sulsel menoolak perpanjangan eks PNPM di Makassar, Senin (11/4). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Permerhati Desa Sulawesi Selatan megkiritisi perpanjangan kontrak otomatis kepada pendamping bekas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.
"Kami menolak perpanjangan itu, dan kami meminta pemerintah daerah harus tunduk dan patuh terhadap Undang-undang Desa dan turunannya," ujar korlap aksi Sirajuddin di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Senin.
Menurut dia pendamping desa adalah amanat Undang-undang bukan PNPM. Kendati adanya polemik tuntutan bekas pendamping PNPM yang menuntut perpanjangan kontrak selama lima tahun, tetapi dalam Undang-undang tidak disebutkan itu.
"Kalaupun itu dikembalikan, harus ada mekanismenya bukan otomatis diperpanjang melainkan harus mengikuti seleksi ulang secara terbuka, tidak mesti bekas PNPM mendapat hak istimewa," tegasnya.
Mereka kemudian diterima anggota DPRD Sulsel di ruang aspirasi. Anggota DPRD yang menerima aspirasi mereka akan melakukan pertemuan dengan pihak terkait, dan berjanji akan menyampaikan hasilnya secara terbuka.
Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar menyebut kontrak pendamping bekas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sudah resmi berakhir sejak 31 Desember 2014.
"Kontrak eks PNPM sudah berakhir sejak 31 Desember 2014. Tidak ada dari Kementerian Desa mengakhiri kontrak mereka atau memutus kontrak mereka," ujar Marwan
Ia menjelaskan, kontrak PNPM berakhir karena sudah ada berita acara serah terima (BAST) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemnedesa PDTT) dengan nomor 100/1694/SJ dan nomor 01/BA/M-DPDTT/IV/2015, bahwa program PNPM Mandiri yang berjalan sejak 2007 telah berakhir pada 31 Desember 2014.
"Artinya program itu telah berakhir ketika berada di bawah naungan Kemendagri melalui Dirjen PMD yang saat ini sudah dibubarkan," kata mantan politisi dari PKB ini.
Namun Kemendes PDTT memutuskan untuk mengaktifkan kembali kontrak mantan pendamping PNPM tersebut. Kontrak tersebut beberapa kali diperpanjang, pertama pada 1 Juli 2015 hingga 31 Oktober 2015.
Kemudian, diperpanjang lagi hingga 31 Desember 2015. Selanjutnya, diperpanjang lagi hingga 31 Maret 2016, dan terakhir diperpanjang hingga 31 Mei 2016.
"Justru kami yang memberikan pekerjaan kepada mereka (eks PNPM). Tiba-tiba mereka ini ngotot minta diperpanjang sebagai pendamping desa, selama lima tahun tanpa diseleksi. Ini namanya mau sendiri," ujarnya.
Untuk menjadi pendamping desa, Menteri Marwan memberikan kesempatan kepada eks PNPM untuk mengikuti seleksi tahap kedua pendamping desa secara terbuka.
"Kami menolak perpanjangan itu, dan kami meminta pemerintah daerah harus tunduk dan patuh terhadap Undang-undang Desa dan turunannya," ujar korlap aksi Sirajuddin di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Senin.
Menurut dia pendamping desa adalah amanat Undang-undang bukan PNPM. Kendati adanya polemik tuntutan bekas pendamping PNPM yang menuntut perpanjangan kontrak selama lima tahun, tetapi dalam Undang-undang tidak disebutkan itu.
"Kalaupun itu dikembalikan, harus ada mekanismenya bukan otomatis diperpanjang melainkan harus mengikuti seleksi ulang secara terbuka, tidak mesti bekas PNPM mendapat hak istimewa," tegasnya.
Mereka kemudian diterima anggota DPRD Sulsel di ruang aspirasi. Anggota DPRD yang menerima aspirasi mereka akan melakukan pertemuan dengan pihak terkait, dan berjanji akan menyampaikan hasilnya secara terbuka.
Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar menyebut kontrak pendamping bekas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sudah resmi berakhir sejak 31 Desember 2014.
"Kontrak eks PNPM sudah berakhir sejak 31 Desember 2014. Tidak ada dari Kementerian Desa mengakhiri kontrak mereka atau memutus kontrak mereka," ujar Marwan
Ia menjelaskan, kontrak PNPM berakhir karena sudah ada berita acara serah terima (BAST) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemnedesa PDTT) dengan nomor 100/1694/SJ dan nomor 01/BA/M-DPDTT/IV/2015, bahwa program PNPM Mandiri yang berjalan sejak 2007 telah berakhir pada 31 Desember 2014.
"Artinya program itu telah berakhir ketika berada di bawah naungan Kemendagri melalui Dirjen PMD yang saat ini sudah dibubarkan," kata mantan politisi dari PKB ini.
Namun Kemendes PDTT memutuskan untuk mengaktifkan kembali kontrak mantan pendamping PNPM tersebut. Kontrak tersebut beberapa kali diperpanjang, pertama pada 1 Juli 2015 hingga 31 Oktober 2015.
Kemudian, diperpanjang lagi hingga 31 Desember 2015. Selanjutnya, diperpanjang lagi hingga 31 Maret 2016, dan terakhir diperpanjang hingga 31 Mei 2016.
"Justru kami yang memberikan pekerjaan kepada mereka (eks PNPM). Tiba-tiba mereka ini ngotot minta diperpanjang sebagai pendamping desa, selama lima tahun tanpa diseleksi. Ini namanya mau sendiri," ujarnya.
Untuk menjadi pendamping desa, Menteri Marwan memberikan kesempatan kepada eks PNPM untuk mengikuti seleksi tahap kedua pendamping desa secara terbuka.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerhati lingkungan tebar 1000 bibit pohon di Pegunungan Bawakaraeng Gowa
25 February 2025 21:27 WIB
Aktivis desak Bawaslu Sulsel telusuri dugaan politik uang di Bulukumba
04 December 2024 22:40 WIB, 2024
Pemerhati Penyu Sulbar menyesalkan aksi konten kreator makan telur penyu
22 December 2023 21:10 WIB, 2023
Pemprov Sulsel dan komunitas perempuan membahas ketidakadilan gender
12 December 2023 0:27 WIB, 2023
Pemerhati satwa: Perlu pengetatan pengawasan agar satwa tak jadi konten media sosial
15 October 2023 17:04 WIB, 2023
Pemerhati sarankan Pemprov DKI bentuk badan promosi wisata setelah tak jadi ibu kota negara
18 August 2023 12:46 WIB, 2023
Pemerhati: Regulasi-edukasi picu keberanian melaporkan kasus kekerasan perempuan
30 November 2022 22:02 WIB, 2022
Pemerhati lingkungan : Longsor di Jeneponto Sulsel dipicu kerusakan hutan
17 October 2022 19:36 WIB, 2022
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
19 lapak PKL ditertibkan setelah 20 tahun berjualan di trotoar jalan Sultan Alauddin Makassar
29 January 2026 4:34 WIB
Lindungi potensi ekonomi, Kemenkum Sulbar dan PMD Polman percepat pendaftaran merek kolektif
29 January 2026 4:30 WIB
Puluhan kios terbakar di pasar Andi Tadda Palopo kerugian ditaksir Rp1 miliar
28 January 2026 12:57 WIB