Makassar (Antara Sulsel) - Pembangunan kawasan Center Point of Indonesia (CPI) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali memperoleh anggaran sebesar Rp93 miliar di tahun 2017.
"Anggaran tersebut, akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan Wisma Negara dan Masjid CPI," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel Andi Darmawan Bintang di Makassar, Rabu.
Pihaknya menganggarkan lebih dari Rp59 miliar untuk pembangunan Masjid CPI yang memiliki 99 kubah, dan sisanya akan digunakan untuk Wisma Negara.
"Untuk masjid, tahun ini item yang akan dikerjakan adalah pematangan lahan, terkait struktur bangunan bawah, konstruksi, dan sebagian atap atau kubah," jelasnya.
Masjid yang diperkirakan menelan anggaran keseluruhan Rp150 miliar sampai Rp160 miliar, menurut Andi Darmawan Bintang, akan menjadi masjid terbesar di Kawasan Indonesia Timur.
"Masjid ini tidak hanya akan menjadi icon `land scape` Kota Makassar, tetapi kita harapkan juga dapat menjadi daya tarik wisata religius," tambahnya.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKP2) Sulsel Andi Bakti Haruni yang
sebelumnya menangani pembangunan Kawasan CPI, menambahkan, untuk pembangunan masjid ini, juga diharapkan kontribusi dari masyarakat.
"Kontribusi yang diberikan tetap akan masuk ke dalam kas daerah, dan dicatatkan sebagai bantuan pihak ketiga," jelasnya.
Sementara untuk kelanjutan gedung serba guna Wisma Negara, Andi Darmawan Bintang, menjelaskan akan dilakukan pemagaran parkir, "land scaping," dan "finishing."
"Diharapkan gedung ini dapat dimanfaatkan secepat mungkin," ujarnya.
Kawasan CPI Peroleh Anggaran Rp93 Miliar
Rabu, 15 Februari 2017 12:37 WIB
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Sulsel segera jalankan hak angket di CPI, Jangan sampai aset Pemprov hilang
04 February 2026 13:30 WIB