ALMI: Iptek Indonesia Masih Jauh Tertinggal
Rabu, 1 November 2017 17:08 WIB
Makassar (Antara Sulsel) - Presiden Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc mengatakan kondisi Indonesia dalam bidang pengetahuan dan teknologi masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
"Sebagai gambaran Indonesia dalam Scientific Journal Ranking berada di pada 58 tingkat dunia. Posisi ini kurang bagus jika dibandingkan dengan potensi yang kita miliki," katanya pada acara "Roadshow Young Scientist Forum" di Universitas Hasanuddin Makassar, Rabu.
Ajang "Roadshow Young Scientist Forum" merupakan kegiatan yang diselenggarakan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) bekerja sama dengan Australian National University (melalui the ANU Indonesian Project).
Ia menjelaskan kegiatan yang dipusatkan di Aula Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) itu bertujuan untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi tentang akademisi muda, serta memotivasi peneliti dan akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Menurut dia, persoalan penting yang dihadapi oleh dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dewasa ini terkait dengan masih rendahnya dukungan politik dari para pengambil kebijakan.
Menurut dia, pengambil kebijakan, khususnya kebijakan anggaran menyadari bahwa persoalan inovasi dan ilmu pengetahuan adalah penting, akan tetapi tidak ada langkah nyata untuk mewujudkan kesadaran tersebut dalam bidang anggaran.
"Bahkan, yang terjadi adalah pemotongan anggaran untuk pendidikan tinggi, yang juga berdampak terhadap anggaran riset. Kami berbicara berkali-kali dengan DPR, namun nampaknya isu ini tidak terlalu menarik dari sisi alokasi anggaran," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peneliti dan ilmuwan muda untuk aktif dalam aktivitas akademik yang mendorong reputasi Indonesia di dunia internasional.
Pada acara tersebut tampil para narasumber antara lain Lidya Napitupulu dari ANU Indonesia Project, Satrio Wicaksono Ph.D dari (World Resources Institute Indonesia), Dr Wahyu Widayatno (Pusat Riset Fisika LIPI), dan Andi Mashita Irwan (Fakultas Ilmu Keperawatan Unhas).
Sebelumnya, Dekan FIKP Unhas yang baru dilantik sehari sebelumnya yakni Dr Ir St Aisyah Farhum, MSi menyambut baik kegiatan roadshow ini dan ia berharap dapat memotivasi kalangan anak muda untuk menjadi akademisi dan ilmuwan.
"Sebagai gambaran Indonesia dalam Scientific Journal Ranking berada di pada 58 tingkat dunia. Posisi ini kurang bagus jika dibandingkan dengan potensi yang kita miliki," katanya pada acara "Roadshow Young Scientist Forum" di Universitas Hasanuddin Makassar, Rabu.
Ajang "Roadshow Young Scientist Forum" merupakan kegiatan yang diselenggarakan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) bekerja sama dengan Australian National University (melalui the ANU Indonesian Project).
Ia menjelaskan kegiatan yang dipusatkan di Aula Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) itu bertujuan untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi tentang akademisi muda, serta memotivasi peneliti dan akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Menurut dia, persoalan penting yang dihadapi oleh dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dewasa ini terkait dengan masih rendahnya dukungan politik dari para pengambil kebijakan.
Menurut dia, pengambil kebijakan, khususnya kebijakan anggaran menyadari bahwa persoalan inovasi dan ilmu pengetahuan adalah penting, akan tetapi tidak ada langkah nyata untuk mewujudkan kesadaran tersebut dalam bidang anggaran.
"Bahkan, yang terjadi adalah pemotongan anggaran untuk pendidikan tinggi, yang juga berdampak terhadap anggaran riset. Kami berbicara berkali-kali dengan DPR, namun nampaknya isu ini tidak terlalu menarik dari sisi alokasi anggaran," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peneliti dan ilmuwan muda untuk aktif dalam aktivitas akademik yang mendorong reputasi Indonesia di dunia internasional.
Pada acara tersebut tampil para narasumber antara lain Lidya Napitupulu dari ANU Indonesia Project, Satrio Wicaksono Ph.D dari (World Resources Institute Indonesia), Dr Wahyu Widayatno (Pusat Riset Fisika LIPI), dan Andi Mashita Irwan (Fakultas Ilmu Keperawatan Unhas).
Sebelumnya, Dekan FIKP Unhas yang baru dilantik sehari sebelumnya yakni Dr Ir St Aisyah Farhum, MSi menyambut baik kegiatan roadshow ini dan ia berharap dapat memotivasi kalangan anak muda untuk menjadi akademisi dan ilmuwan.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasanuddin University Welcomes the Visit of the United States Consul General Surabaya Indonesia
05 August 2024 20:41 WIB, 2024
Unhas fokus pada pembentukan dan pembangunan Wallacea Research Institute
16 January 2024 20:18 WIB, 2024
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019