Petani Majene keluhkan harga cengkih rendah
Jumat, 26 Januari 2018 0:26 WIB
Seorang pekerja memetik cengkih di Desa Tadui, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (25/1). (ANTARA FOTO/Akbar Tado)
Majene (Antaranews Sulsel) - Petani di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat mengeluhkan harga penjualan cengkih yang murah dibeli oleh pedagang pengumpul
"Kalau seandainya jalan mulus menuju Kecamatan Ulumanda, petani tidak akan mengeluh karena harga cengkih rendah," kata Awal, salah seorang warga, di Majene, Kamis.
Ia mengatakan, petani cengkih di Kecamatan Ulumanda yang berada sekitar 20 kilometer di pegunungan Kecamatan Ulumanda mencapai Rp70 ribu per kilogram dibeli oleh pedagang pengumpul.
Namun, ketika dibawa ke Kota Majene harga cengkih dapat mencapai Rp100 ribu per kilogram, dan petani akan mendapatkan untung.
"Buruk sarana jalan menuju Kecamatan Ulumanda karena berlubang dan penuh lumpur serta mendaki, membuat petani kesulitan mendistribusikan hasil pertaniannya menuju Kota Majene untuk dipasarkan," katanya lagi.
Akibatnya, lanjutnya, petani hanya menunggu pembeli datang di Pegunungan Ulumanda untuk membeli cengkih hasil panennya, sehingga hasil jual petani cengkih dibeli murah.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membangun sarana jalan memadai menuju Kecamatan Ulumanda yang dapat dilalui kendaraan roda empat, agar petani tidak kesulitan memasarkan hasil panen cengkihnya ke kota sehingga petani mendapatkan keuntungan memadai.
"Kami harap pemerintah perbaiki dan bangun jalan agar kami dapat lebih sejahtera dari sebelumnya dalam mengembangkan tanaman cengkih," katanya pula.
"Kalau seandainya jalan mulus menuju Kecamatan Ulumanda, petani tidak akan mengeluh karena harga cengkih rendah," kata Awal, salah seorang warga, di Majene, Kamis.
Ia mengatakan, petani cengkih di Kecamatan Ulumanda yang berada sekitar 20 kilometer di pegunungan Kecamatan Ulumanda mencapai Rp70 ribu per kilogram dibeli oleh pedagang pengumpul.
Namun, ketika dibawa ke Kota Majene harga cengkih dapat mencapai Rp100 ribu per kilogram, dan petani akan mendapatkan untung.
"Buruk sarana jalan menuju Kecamatan Ulumanda karena berlubang dan penuh lumpur serta mendaki, membuat petani kesulitan mendistribusikan hasil pertaniannya menuju Kota Majene untuk dipasarkan," katanya lagi.
Akibatnya, lanjutnya, petani hanya menunggu pembeli datang di Pegunungan Ulumanda untuk membeli cengkih hasil panennya, sehingga hasil jual petani cengkih dibeli murah.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membangun sarana jalan memadai menuju Kecamatan Ulumanda yang dapat dilalui kendaraan roda empat, agar petani tidak kesulitan memasarkan hasil panen cengkihnya ke kota sehingga petani mendapatkan keuntungan memadai.
"Kami harap pemerintah perbaiki dan bangun jalan agar kami dapat lebih sejahtera dari sebelumnya dalam mengembangkan tanaman cengkih," katanya pula.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB