Mendag : Harga sembako di Makassar terkendali

id Harga sembako,Idul fitri,Menteri perdagangan,Enggartiasto lukita,Pasar pabaeng-baeng,Makassar

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (ketiga kanan)) didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdani Pomanto (kanan) dan Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Bassalamah (kedua kiri) meninjau Pasar Pa`baengbaeng di Makassar, Rabu (13/6). (Foto ANTARA/Suriani Mappong).

Makassar (Antaranews Sulsel) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa berdasarkan hasil pantauan di Pasar tradisional Pa`baeng-baeng, harga sembako di Makassar cukup terkendali.

"Dari pantauan kita bersama Wali Kota Makassar dan Kadis Perindag Sulsel, semua bahan pokok tersedia dan harganya cukup terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir memenuhi kebutuhannya," kata Enggartiasto di sela-sela peninjauan di Pasar Pa`baengbaeng di Makassar, Rabu.

Menurut dia, ketersediaan sembako seperti beras, minyak goreng, gula, terigu, telur ayam ras, daging ayam dan daging sapi cukup tersedia, sehingga harganya cukup stabil.

Dari pantauan di lapangan diketahui, harga telur ayam ras relatif stabil yakni Rp45 ribu per rak, ayam potong Rp45 ribu per ekor, terigu Rp9 ribu per kg, gula pasir Rp12.500 per kg dan daging sapi antara Rp100 ribu - Rp120 ribu per kg.

Hal itu dibernarkan oleh salah seorang pedagang Agus Daud di Pasar Pa`baeng-baeng, Makassar.

Dia mengatakan harga telur ayam ras tetap stabil karena persediaan cukup banyak. Begitu pula dengan bahan kue seperti

terigu, gula dan mentega.

Pada peninjauan stok dan harga sembako di Pasar Pa`baeng-baeng, Menteri Perdagangan menyoroti adanya satu merk gula yang dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Gulaku.

"Saya akan menegur, karena semua gula sama dengan standar nasional Indonesia (SNI) dan harus mengikuti HET Rp12.500 per kg, namun dijual Rp15.000 per kg," katanya.

Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak usah membeli gula yang harganya dinilai memberatkan masyarakat.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar